Usaha Lampu Hias Makin Berkilau

Usaha yang mengandalkan kreativitas dan keterampilan tangan (handmade) hingga saat ini masih menjadi tren bisnis yang tidak pernah ada matinya. Seperti halnya kerajinan tangan lain, usaha kerajinan lampu hias pun menjadi salah satu usaha yang memiliki peluang cukup cerah. Bahkan beberapa produk dari lampu hias ini sudah ada yang tembus hingga ke pasar mancanegara. Sehingga tak heran, para pelaku usahanya pun bisa mendulang omset hingga puluhan juta rupiah tiap bulan. Meski demikian, inovasi juga menjadi nilai penting agar usaha yang dijalankan bisa tetap survive. Seberapa besar peluang usaha dari kerajinan lampu hias ini?

  • Model Silinder Plisket dan Lampu Karakter Lagi Tren

Memberikan tampilan produk yang unik dan kreatif dalam sebuah desai lampu hias, ternyata memberikan keuntungan sendiri bagi para pelaku usaha. Pasalnya, selain memberikan cahaya ruang yang apik, lampu hias dengan desain yang unik juga dapat memberikan kesan estetik yang bernilai seni tinggi. Hal inilah yang membuat produk kerajinan lampu hias ini terus diminati oleh kebanyakan orang.

Menurut Bambang Wahyu Purnomo, pengamat wirausaha, saat ini produk yang kental dengan nilai seni memang tengah diincar oleh kebanyakan konsumen. Seperti halnya usaha lampu hias, aneka ragam fungsi lampu, mulai dari lampu hias ruang tamu, lampu gantung ruang tamu, lampu hias taman, lampu hias dinding dll ini memang memiliki peluang usaha yang cukup menggiurkan. Namun demikian, usaha produsen lampu hias tersebut juga memiliki daya saing yang cukup ketat. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas dalam mengolah produk, kreativitas tidak hanya semata, namun dari bahan baku yang dipilih juga bisa menjadikan sebuah produk bernilai seni tinggi.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Yudhi Dwi Pradana pemilik lampu hias ThreadBall, menurutnya usaha lampu hias sampai saat ini sudah semakin berkembang dibanding dulu. Jika dulu lampu hias hanya dimiliki kalangan atas derngan desain lampu kristal yang besar, namun sekarang lampu hias sudah memiliki banyak model yang cukup bervariasi. Hanya dengan harga yang terjangkau, lampu hias ini pun bisa dibeli oleh semua kalangan mulai dari kalangan bawah sampai atas. Sedangkan mengenai prospek yang sangat bagus, apalagi jika dipadukan dengan kreativitas produsen dalam membuat sebuah produk, maka bisa dipastikan lampu hias tersebut bakal laris diburu pembeli. “inovasi baru adalah kunci utama di setiap produk lampu yang ditawarkan, karena tanpa inovasi usaha tersebut hanya menjadi sebuah pajangan yang memenuhi rak toko saja. Bisa jadi hal tersebut merupakan kendala dalam menjalankan usaha, sehingga produsen harus pintar-pintar dalam mendesain sebuah produk,” Jelas Yudhi.

images

Inovasi. Kreativitas desain produk memang sangat diperlukan untuk menarik minat pasar. Karena itu pelaku usaha harus memberikan terobosan baru setiap produk yang dibuat. Banyak cara untuk mendapatkan inspirasi dari desain lampu hias, misalnya dengan melihat majalah properti terkait dengan desain interior rumah, restoran atau hotel-hotel berbintang. Selain itu juga bisa dengan survey mall ata event pameran produk kreatif. Dengan demikian, produk lampu hias yang dibuat lebih kreatif dan inovatif.

Selain dari bentuk dan model desain produk lampu hias, sebuah inovasi juga bisa datang dari pemilihan bahan baku. Seperti yang dilakukan Ery Murdiyanto, Pemilik Jong Java’s Art & Galeri Goa Barong yang membuat kreasi lampu hias berbahan baku utama dari pelepah pisang, lidi serta limbah kering. “bahan baku tidak harus mahal, karena yang paling penting dalam membuat lampu hias adalah kreativitas desain dan juga kreatif dalam pemilihan bahan baku”.

Amati Perkembangan Tren. Selain melahirkan produk-produk yang inovatif, pelaku usaha harus mengikuti perkembangan tren dan keinginan pasar. Ada beberapa langkah yang harus ditembuh. Pertama, pelaku usaha harus rajin turun ke pasar dan tempat keramaian yang menjual berbagain produk kerajinan. Kedua, pelaku usaha mengikuti perkembangan produk dari dalam dan luar negeri baik dari pameran, internet, televisi ataupun media cetak dan elektronik yang menyuguhkan tren penggunaan bahan baku alami di berbagai produk.

Selain itu, para pelaku usaha juga harus bisa menerima pembuatan produk lampu hias dalam bentuk customized. Karena dengan demikian, kepuasan pelanggan akan tetap terjaga dan para pelaku usaha bisa lebih dipercaya. Tukidi, Pemilik dari Indah Kirana Decoration juga mengaku, kalau dirinya lebih sering mendapatkan order dalam bentuk customized dari pada penjualan yang ready stock. 

Mampu Tembus Pasar Ekspor. Agar produk lampu hias mampu menembus pasar ekspor yang paling mudah dan cepat dilakukan lewat pameran, baik pameran dalam negeri maupun luar negeri. “Sebaiknya ikuti banyak pameran dalam negeri dulu untuk tes produk dan mencara buyer-buyer yang berminat untuk mengekspor produk kita ke luar negeri,”ujar Ery Murdiyanto.

Selain mencari buyer, produk yang dibuat juga harus diperhatikan. “Terutama dari ciri khas produk yang harus ditonjolkan oleh pengrajin. Misalnya jangan punya barang beraneka ragam sehingga buyer yang melihat di pameran atau showroom hanya numpang lewat saja, jadi harus fokus pada produk yang diunggulkan saja meski hanya satu jenis,”tambah eRY mURDIYANTO. Kualitas produk juga harus dites terlebih dahulu, seperti membuat produk yang fungsional sebaiknya kita coba dulu pemakaiannya sebelum dilempar ke pasar ekspor.

Kiat lain yang dilakukan para produsen agar produknya diminati konsumen ekspor adalah membuat lampu dengan dudukan disesuaikan pasar ekspor yang dituju oleh buyer yang memesan produknya. Seperti untuk pasar Singapura, lampu dengan dudukan dari kayu albasia yang diukir berbentuk singa, atau untuk pasar Timur Tengah lampu dengan dudukan dari batu alam yang dibentuk bulatan telur bertuliskan Allah.

Tips. Agar bisa bertahan dan behkan melakukan ekspansi pasar, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Pertama, kreatif, rajin-rajinlah melahirkan kreasi baru, tidak terpaku pada model yang sudah ada. Terus lahirkan produk-produk yang kian unik dan ‘lebih bernilai’. jangan asal bikin atau asal meniru. Kedua, berusaha lebih jeli memilih pasar dan mencari cara mengaksesnya, rajin mengikuti acara pameran untuk mengenalkan produk, bukan hanya sekali tetapi harus berkali-kali. Ketiga, buatlah konsumen anda tetap tertarik dengan menciptakan produk yang kuat, awet. Lalu setiap ada kendala cobalah untuk bertahan dan cari solusi yang baik. Keempat, tarik hati pelanggan dengan menciptakan diskon harga.

Strategi Marketing. Ujung tombak dari perkembangan sebuah usaha adalah strategi pemasaran. Jika pemasarannya baik tentunya grafik perkembangan usahanya juga akan baik. Bagi para pelaku usaha pemula sebaiknya untuk menjangkau toko-toko lampu hias dengan sistem konsinyasi, kemudian mengikuti pameran produk kreatif, iklan di media cetak atau melalui pemasaran secara online.

Seperti yang diungkapkan Yadi Budhi Setiawan, pengamat marketing, untuk pemasaran bisa dilakukan dengan progam diskon, namun hal itu kurang cocok jika diterapkan pada konsumen kelas menengah atas, karena konsumen kelas menengah atas lebih melihat kepuasan dan kecocokan pada desain dari pada harga.

Dari segi persaingan, lampu hias model tertentu memang semakin ketat. Namun, dengan mengedepankan kualitas serta model yang berbeda, usaha yang dijalankan akan tetap stabil dan bahkan bisa jadi akan lebih meningkat.

Tips promosi lainnya yang perlu dicoba menurut Eko Murdiyanto, Pemilik Maheswari Set Lamp ialah dengan menggunakan sistem reseller atau keagenan. Dengan menggunakan sistem penjualan tersebut, pemasaran produk lampu hias dapat lebih luas dan juga tidak memakan banyak biaya. Reseller dikenakan syarat minimal pembelian dengan keuntungan potongan harga, sedangkan pemasaran keagenan dapat dilakukan dengan cara mambuat paket.

Untung Besar. Pelaku usaha yang terjun ke bidang usaha lampu hias ini bukan tanpa sebab. Tingginya permintaan dari konsumen dari dalam dan luar negeri ternyata memacu terus bertambahnya pelaku usaha di berbagai daerah. Meskipun persaingan antarpelaku semakin ketat, namun masing-masing pelaku memiliki segmentasi pasar yang berbeda-beda.

Selain pangsa pasar yang cukup luas, alasan utama dari para pelaku usaha ini adalah keuntungan yang cukup berlimpah bahkan keuntungannya bisa sampai 60% seperti yang sudah diraup oleh Tukidi, Pemilik dari Indah Kirana Decoration. Dengan dibantu 4 sales, ia pun bisa menjual tak kurang dari 500 buah lampu hias dengan omset penjualan mencapai Rp. 12 juta tiap bulan.

Apakah anda ingin mengikuti kiprah sukses para pelaku usaha ini? Jika iya, silahkan jangan lewatkan artikel lainnya untuk memperoleh inspirasi bisnis usaha yang layak anda coba! Salam sukses.

 

sumber : Tabloid Peluang Usaha Berwirausaha

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *