Tips Mengatasi Berbagai Masalah Dinding Rumah

Dinding merupakan bagian rumah yang penting. Dinding berfungsi sebagai pelindung dan juga pembatas ruangan namun sering kali dinding mengalami berbagai masalah seperti noda, retak,, jamur dll. Berikut ini adalah berbagai macam masalah yang kerap muncul di dinding rumah dan cara mengatasinya.

  1. CUKA MEREDAM BAU CAT

Mengecat merupakan renovasi rumah yang paling mudah. Namun, bau cat baru kadang kadang menimbulkan rasa pusing. Anda dapat mengatasinya dengan cuka dapur. Sifat asam cuka dapat menetralkan bau cat yang tajam. Cukup tuang cuka secukupnya pada mangkok penadah letakkan di tengah ruang yang di cat. Perlahan lahan ketajaman cat baru pun berkurang. Selain cuka , garam pun dapat di gunakan . caranya, mangkok di isi dengan segelas air dan dua sendok garam, lalu letakkan di pojok ruangan yang berbau cat.

  1. Bekas Bobokan Tak Terlihat

Dinding yang telah di cat rapi seringkali harus di bobok(di lubangi) tiba tiba guna instalasi listrik, AC, maupun saluran air. Jangan bingung , karena ada cara mudah mengatasinnya . mula mula tutuplah dinding yang berlubang dengan plesteran dan acian. Setelah semen mengering , amplas tambalan dinding tadi hingga halus dan rata , kemudian cat dengan cat besi atau cat kayu warna putih tunggu hingga kering. Selanjutnya, tembok di cat sebanyak 2-3 kali dengan warna yang sama dengan warna tembok sekitarnya.

  1. Mencabut paku dari dinding

Ketidaksabaran merupakan faktor utama yang menyebabkan dinding ”gompal” saat mencabut paku. Agar tidak terjadi hal tersebut cobalah tips berikut ini. Putar paku ke kanan dan ke kiri dengan tang pelan pelan hingga lubang longgar. Setelah itu tarik paku keluar seperti memutar skrup.

Tips Mengatasi Berbagai Masalah Dinding Rumah

Tips Mengatasi Berbagai Masalah Dinding Rumah

  1. Cara benar memaku dinding

memaku dinding untuk meletakkan lukisan atau jam biasanya akan membuat dinding menjadi retak . apabila dinding terbuat batako. Ada cara yang lebih efektif untuk melakukan nya agar dinding tetap mulus. Caranya, ambillah selotip dan tempelkan ke dinding, kemudian paku di paku ke dinding di atas selotip tadi.  Dinding tidak akan retak karena selotip tadi . di jamin dinding tidak akan retak karena selotip berfungsi sebagai penahan gelombang getaran.

  1. Membersihkan dinding

Selain di gunakan sebagai bahan makanan, ternyata tepung maizena masih menyimpan manfaat lain. Salah satunya sebagai bahan pembersih dinding. Pertama tama, campurkan 60 gram tepung maizena(tepung jagung) ,125 ml cuka , 4 l air. Dengan bantuan spons, bersihkan dinding atau walpaper dengan bahan bahan di atas. Setelah dinding terbilas dari noda , bilas sisa larutan dengan kain basah yang lembut. Kini, dinding pun tampak bersih kembali.

  1. Noda pada wallpaper

Untuk membersihkan noda pada wallpaper di butuhkan teknik dan bahan pembersih yang sesuai dengan sifat permukaan wallpaper yang lembut. Untuk wallpaper berbahan halus , dapat di gunakan dengan campuran 45 ml sabun berbahan dasar lemak nabati 60 ml air. Campurkan bahan tersebut dan kocok hingga menjadi busa, kemudian letakkan busa tersebut pada spons halus  dan gunakan untuk membersihkan noda yang membandel di wallpaper. Terakhir, bilas busa dengan lap basah yang lembut dan keringkan.

  1. Melepaskan wallpaper

Ada cara mudah melepaskan wallpaper tanpa harus merusaknya . basahi wallpaper dengan air panas dan campuran cuka dengan perbandingan 1:1, kemudian aduk hingga rata. Untuk memudahkan pekerjaan, gunakan roll yang digunakan untuk mengecat tembok. Celupkan roll tersebut ke dalam campuran air cuka, kemudian oleskan secara merata pada wallpaper yang akan dikelupas. Diamkan sampai kering. Setelah itu, akan terlihat hasil nya. Wallpaper lebih mudah terlepas dan dinding pun tidak rusak.

  1. Garam mempercepat proses penyaringan plesteran

Garam dapur selain di pakai untuk bumbu penyedap, dapat juga di gunakan sebagai membantu proses pengeringan plesteran atau  beton. Caranya, campurkan garam dapur dengan air, kemudian campurkan garam tersebut ke dalam plesteran atau beton yang akan di pakai. Semakin banyak garam dapur yang di gunakan semakin cepat pengeringan. Namun, cara ini di gunakan untuk beton yang tidak memakai tulang besi.

  1. Mencegah dinding berlumut

Iklim Indonesia yang tropis memungkinkan lumut tumbuh di semua tempat, salah satunya dinding rumah. Jika di biarkan, akan berpengaruh terhadap tampilan rumah. Oleh karena itu, gunakan cat tembok yang menggunakan anti jamur. Akan tetapi jika sudah terlanjur , siram lumut yang menempel dengan air kapur. Setelah itu, di bersihkan dengan kawat yang kaku.

  • Membersihkan dinding batu alam

Batu alam sedang tren saat ini sehingga banyak diaplikasikan pada elemen eksterior maupun interior. Salah satu elemen yang sering di pasang batu alam adalah dindng. Batu alam dapat menciptaan rumah yang back to nature. Namun, lambat laun batu alam akan kusam akibat debu dan kotoran yang menempel. Untuk membersihkan nya disarankan jangan menggunanakan air karena lapisan catting dan tekstur akan berubah. Bersihkan lapisan batu alam dengan menggunakan kuas atau vacum cleaner. Di jamin debu debu pada tempat yang sulit di jangkau akan hilang.

  • Batu alam bebas lumut

Memasang batu alam pada berbagai elemen rumah memang sangat menarik dan unik. Namun, batu alam yang di pasang di luar rumah rentan sekali terhadap pengaruh cuaca yang ekstrem. Apalagi iklim tropis di Indonesia menyababkan lumut tumbuh subur. Untuk melindungi batu alam gunakan cat transparan khusus batu alam di pasaran biasanya di sebut coating. Selain membentengi batu alam dari lumut , coating juga memunculkan serat dari batu alam.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *