> Tips Kesehatan Tubuh anak | infoloka.com

Tips Kesehatan Tubuh anak

  1. Biang Keringat

Biang keringat merupakan ruam kulit yang menyebabkan rasa gatal. Biang keringat ditandai dengan timbulnya bintil-bintil kecil kemerahan. Bagian tubuh yang sering terkena biang keringat adalah leher dan paha. Bila anak terkena biang keringat, lakukan hal berikut. Jagalah kulit anak agar selalu kering. Gunakan bedak tabor yang mengandung sedikit mentol. Jangan biarkan anak menggaruk-garuk biang keringan karena garukan malah akan membuat kulit iritasi dan infeksi. Gunakan sabun antiseptic bila kulit mengalami infeksi. Gunakan bahan pakaian yang mudah menyerap keringat, seperti katun. Hubungi dokter bila biang keringat belum membaik dan mulai mengganggu kenyamanan anak.

  1. Biduran

Biduran adalah bentolan berwarna merah dengan ukuran beragam, dari kecil hingga besar, dan terasa gatal. Umumnya biduran timbul akibat reaksi alergi/gangguan sistem kekebalan tubuh dan akan menghilang sendiri. Penyebab biduran adalah udara dingin, obat-obatan, gigitan serangga, dan lain-lain. Makanan laut seperti udang, kepiting dan cumi-cumi pula menimbulkan biduran. Bila anak terkena biduran, lakukan hal berikut. Carilah penyebab biduran dengan mengecek makanan yang dikonsumsi anak. Hentikan mengonsumsi makanan yang dicurigai sebagai timbulnya biduran. Taburi biduran dengan bedak antigatal. Beri anak obat antihistamin, seperti ctm dengan dosis sesuai petunjuk.

  1. Demam

Demam adalah peningkatan suhu badan. Suhu normal berkisar 36,5o – 37o C. Demam dapat disebabkan oleh adanya reaksi tubuh terhadap kuman atau infeksi. Demam dapat pula disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh. Bila suhu tubuh anak berkisar antara 38o– 41o C, lakukan hal-hal berikut. Beri anak obat penurun demam. Biarkan anak tidur diruangan berhawa sejuk. Pakaialah anak baju tipis. Berikan minuman yang banyak untuk mencegah timbulnya dehidrasi. Berikan makanan mudah dicerna. Cegah anak melakukan aktivitas berat.

Tips Kesehatan Tubuh anak

Tips Kesehatan Tubuh anak

  1. Hipotermia

Hipotermia merupakan penurunan suhu badan hingga mencapai 35o C. Hipotermia dapat disebabkan oleh terlalu dinginnya suhu di luar tubuh, seperti ketika anak mandi dengan air yang terlalu dingin ataupun ketika berendam di air dingin terlalu lama. Gejala anak yang mengalami hipotermia adalah menggigil, jalan sempoyongan, pikiran kacau, dan bingung. Bila anak mengalami hipotermia, lakukan hal-hal berikut. Bawa anak ke ruangan hangat. Kenakan baju tebal dan selimuti anak. Berikan minuman manis dan hangat, misalnya the manis hangat. Segera bawa anak ke rumah sakit bila anak tak sadarkan diri.

  1. Kolik

Kolik atau keram perut seringkali terjadi pada bayi yang berumur di bawah empat bulan. Belum diketahui secara pasti penyebab kolik. Pada umumnya , bayi mengalami kolik di usia 3 minggu, memburuk di usia 6 minggu, dan berhenti sendiri pada usia 3-4 bulan. Gejala anak yang mengalami kolik adalah sebagai berikut

  • Menangis keras dan terus-menerus selama 1-3 jam, selama minimal 3-4 hari dalam seminggu.
  • Menangis kapan saja, tetapi lebih sering pada sore/malam hari.
  • Wajah memerah ketika menangis
  • Mengankat kaki ke arah perut dan meregangkannya
  • Mengepal tangan
  • Menolak untuk minum susu
  • Sulit tidur
  • Mengankat kepala, tungkai, dan mengeluarkan gas.
  • Terlihat tidak nyaman dan merasa nyeri.

Bila anak mengalami gejala-gejala di atas, lakukan hal berikut.

  • Pastikan bahwa bayi menangis bukan karena lapar, haus, lelah , dan sebagainya.
  • Ciptakan suasana nyaman. Cahaya yang telalu terang dan suara bising dapat memperburuk kolik
  • Selimuti bayi dan gendong/ayun-ayun.
  • Mandikan bayi dengan air hangat
  • Letakan botol berisi air hangat di perut bayi
  • Usap perut bayi secara hati-hati dan perlahan
  • Berikan minum air gula untuk mengurangi rasa nyeri
  • Bila gejala masih berlangsung, konsultasi dengan dokter.
  1. Kejang

Kejang atau step (stuip) dapat terjadi bila anak sedang demam tinggi. Ketika kejang, kaki dan tangan anak bergetar tak terkendali, serta wajahnya membiru. Kejang dapat berlangsung selama beberapa detik atau lebih. Bila anak mengalami kejang, lakukan penanganan berikut. Longgarkan atau lepaskan pakaiannya. Keluarkan benda-benda yang ada di mulut, seperti dot, atau makanan. Masukan obat antikejang dengan dosis sesuai melalui anus. Bila suhu anak tinggi, lakukan penanganan demam.

  1. Batuk

Batuk merupakan reaksi tubuh terhadap benda asing yang terdapat di selaput lender cabang tenggorokan. Batuk dapat pula disebabkan oleh bakteri ataupun alergi. Bila anak terserang batuk, lakukan hal-hal berikut. Berikan anak air minum atau air yang telah dicampur madu murni untuk diminum semampunya, yaitu sedikit-sedikit, tetapi sering. Bila tersedia, teteskan obat yang mengandung garam dapur fisiologis ke dalam hidung anak. Hindari minuman karbonasi, seperti soda, dan minuman kemasan yang dapat membuat iritasi kerongkongan. Biarkan anak beristirahat di ruangan yang sejuk. Berikan obat-batuk dengan dosis yang dianjurkan

  1. Tersedak

Tersedak makanan atau benda asing merupakan hal yang sering terjadi, tetapi tidak semua anak dapat mengeluarkan makanan dan benda asing tersebut sendiri. Bantuan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut. Duduk atau tengkurapkan anak di pangkuan. Hentak punggung dengan telapak tangan beberapa kali hingga makanan dan benda asing yang menyumbat keluar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *