Tips Kesehatan Anak Terhadap Luka-luka dan bahaya

  1. Luka luar : Lecet

Anak seringkali terjatuh dan mengalami luka atau lecet. Bagian tubuh yang paling sering lecet adalah lutut dan siku karena sering digunakan untuk menopang tubuh ketika jatuh. Bila bagian tubuh anak ada yang lecet, lakukan hal berikut.

  • Bersihkan luka lecet dengan air bersih yang mengalir.
  • Bila kecil, luka tidak perlu ditutup dengan kasa agar cepat mongering
  • Bila besar, luka perlu ditutup dengan kasa steril dan plester untuk mencegah infeksi
  • Ganti balutan satu kali sehari sampai luka sembuh
  1. Luka luar/ iris

Ketika bermain, anak dapat tergores benda tajam, luka iris yang pendek dan dangkal tidak berbahaya, tetapi luka yang dalam perlu mendapat pengobatan khusus. Bila anak mengalami luka iris yang pendek dan dangkal, lakukan hal berikut.

  • Cuci luka dengan air bersih
  • Tetesi luka dengan obat antiseptic
  • Tutup dengan plester penutup luka dang anti dua kali sehari.

Bila anak mengalami luka yang dalam, seperti tergores seng, lakukan hal berikut

  • Bersihkan luka dengan air yang mengalir
  • Berikan cairan antiseptic
  • Tutup luka dengan kasa steril
  • Bawa anak ke rumah sakit
  1. Terkena benda panas
Tips Kesehatan Anak Terhadap Luka-luka dan bahaya

Tips Kesehatan Anak Terhadap Luka-luka dan bahaya

Luka bakar dapat ditimbulkan oleh panas, seperti api, air panas, minyak panas, dan knalpot. Bila anak menderita luka bakar, lakukan hal-hal berikut. Rendam luka dalam air dingin atau kompres luka dengan kasa yang telah direndam air dingin sampai rasa nyeri menghilang. Olesi luka dengan krim obat luka bakar yang melepuh sampai sembuh sendiri. Jangan kupas bagian yang melepuh untuk menghindari infeksi. Jangan olesi luka bakar dengan pasta gigi dan sejenisnya karena dapat mengiritasi luka. Untuk luka yang bersifat kotor, seperti tersiram kuah sop, luka bakar perlu dicuci dengan air yang mengalir, lalu diolesi cairan antiseptic untuk mencegah infeksi.

  1. Tersetrum

Tersetrum dapat mengakibatkan kulit terbakar, syok, pingsan, bahkan dapat menyebabkan henti nafas dan detak jantung. Bila akan menolong anak yang tersetrum, pastikan anak sudah tidak teraliri listrik. Jika anak masih teraliri listrik lakukan hal berikut. Carilah benda yang tidak dapat menghantarkan listrik, umumnya terbuat dari karet atau plastik, untuk menyingkirkan sumber listrik. Pastikan bahwa seluruh badan Anda kering. Pastikan pula Anda tidak sedang berdiri di atas logam atau permukaan yang basah karena benda basah merupakan penghantar listrik yang baik.

Jika anak sudah tidak teraliri listrik, lakukan hal berikut.

  • Cuci kulit yang teraliri listrik dengan air mengalir 10-15 menit.
  • Bila anak pingsan, lakukan penanganan pingsan
  • Bila nafas anak terhenti, segera berikan nafas buatan.
  • Setelah melakukan penanganan di atas, segera bawa anak ke dokter untuk mengetahui adanya luka dalam.
  1. Terkilir

Terkilir atau keseleo dapat terjadi ketika persendian teregangn secara mendadak sehingga tali-tali pengikat sendi robek atau putus. Sendi yang terkilir akan terasa sakit. Tidak bisa digerakkan, dan lambat laun terjadi pembengkakan. Bila anak terjatuh dan mengalami keseleo, lakukan hal berikut. Rendam daerah terkilir dalam air es selama setengah jam. Setelah direndam, balut daerah terkilir dengan pembalut tekan. Istirahatkan daerah yang terkilir selama 24 jam.

  1. Memar

Memar terjadi akibat benturan benda tumpul sehingga menyebabkan rusaknya jaringan di bawah kulit tanpa ada kerusakan yang berarti di permukaan kulit tersebut. Memar akan membaik dengan sendirinya. Bila anak mengalami memar, lakukan hal berikut. Kompres bagian yang memar dengan air atau es. Oleskan krim obat memar. Bila diperlukan, tutupi memar dengan balutan penekan.

  1. Benjol

Ketika bermain. Kepala anak mungkin saja terbentur benda tumpul dan mengakibatkan benjol. Bila kepala anak benjol. Lakukan hal berikut. Bila anak menangis, tenangkan anak dan periksa kepalanya. Kompres benjol dengan air es untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Bila perlu, berikan obat pereda sakit. Bila tidak membaik, bawa anak ke dokter.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *