> Terapkan Sistem Self Service Baik Domestik Maupun Internasional! | infoloka.com

Terapkan Sistem Self Service Baik Domestik Maupun Internasional!

Terapkan Sistem Self Service Baik Domestik Maupun Internasional!-Semula hanya menjadi sub agen tiket, kini Tri Ryan Muhammad Asri sukses tidak hanya melayani penjualan tiket pesawat dan kereta api tetapi juga melayani reservasi hotel dan menyediakan paket tour & travel baik domestik maupun internasional. Seperti apa ia menjalankan bisnisnya?

9fetrv

Keinginan mencari usaha dengan modal minim mengantarkan Tri Ryan Muhammad Asri menjadi agen penjualan tiket pesawat terbang dan kereta api. Ia merintis usaha ini dengan modal awal sebesar Rp 10 juta pada tahun 2008 dengan bergabung menjadi sub agen PT Terminal Tiket yang melayani jasa pemesanan tiket kereta api dan pesawat untuk lokal dan mancanegara. Ia pun menggunakan nama Tiket 88 Online sebagai nama usahanya. Modal tersebut digunakan untuk membangun sistem IT dan registrasi sub agen PT Terminal Tiket sebesar Rp 3,5 juta, sisanya untuk membeli komputer dan printer, serta biaya operasional lain. Ia memilih lokasi usaha di ruangan kosong di atas bangunan toko minimarket Alfamart di daerah Bintara, Jakarta Timur, dengan harga sewa Rp 1 juta per bulan.

Di awal usaha, Ryan melayani penjualan tiket kereta api dan pesawat secara online. Ia menjual tiket jurusan domestik dan kereta api eksekutif untuk perjalanan di area Pulau Jawa. Harga tiket yang dipatok Ryan  bervariasi. Untuk tiket promo pesawat ke berbagai tujuan domestik dan internasional tarifnya Rp 200 ribu-Rp 600 ribu, tiket pesawat biasa Rp 700 ribu-Rp 1,2 juta, tiket kereta api eksekutif sekitar Rp 250 ribu-Rp 400 ribu. Untuk tiket promo, sebaiknya konsumen memesan minimal 4 hari sebelum keberangkatan sehingga bisa meminimalisir kondisi tiket habis.

Setelah satu tahun usahanya berkembang dan ia pun memindahkan kantornya di sebuah Ruko di daerah Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur dengan biaya sewa Rp 3 juta per bulan. Pada saat itu ia pun memutuskan untuk tidak lagi menjadi sub agen PT Terminal Tiket, tetapi menjalankan usaha agen tiket secara mandiri dengan langsung membeli tiket perjalanan dari maskapai penerbangan atau PT KAI. Kini ruko tempatnya berkantor tersebut telah dibelinya dengan angsuran sebesar Rp 10 juta per bulan.

Syarat.  Untuk menjalin kerjasama dengan pihak maskapai penerbangan dan PT KAI, usahanya harus memiliki badan hukum, memiliki kantor sendiri, memiliki SIUP, NPWP, TDP, Izin dari Departemen Pariwisata, serta menjadi anggota ASITA (Association The Indonesian Tour And Travel Agencies) di Wisma Nugra Santana lantai 4, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta dan IATA (International Air Transportation Association) di Plaza Bapindo Mandiri Tower lantai 24, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Untuk menjadi anggota asosiasi cukup mudah, saya hanya menyerahkan surat pengajuan diri sebagai anggota dengan menyertakan beberapa dokumen yang terkait, seperti kontrak kerja dengan perusahaan agen dan travel yang menaungi usaha saya, terang Ryan.

Mengurus persyaratan agar bisa menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan dan PT KAI, membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan. Usahanya juga harus diaudit oleh pihak maskapai dan PT KAI, mengenai kelayakan menjadi agen tiket yang langsung berhubungan dengan pihak maskapai dan PT KAI.

Untuk kerjasama dalam penjualan tiket penerbangan, Ryan harus membayar deposit sebesar Rp 5 juta-Rp 10 juta ke masing- masing maskapai penerbangan. Saat ini ia sudah bekerjasama dengan beberapa pihak maskapai penerbangan seperti Garuda, Sriwijaya, Lion, Batavia , Air Asia, Transnusa, Merpati, dan masih banyak lagi. Untuk kerjasama dengan PT KAI sama seperti maskapai, dengan memiliki badan hukum (CV/PT),NPWP,STD,dan SIUP, serta membayar deposit minimal Rp 1 juta.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Ryan juga melayani pemesanan tour & travel ke berbagai tempat wisata baik di Indonesia ataupun luar negeri. Untuk perjalanan wisata ini, ia bekerjasam dengan beberapa agen tour & travel seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, Medan, dan beberapa tempat wisata di Indonesia lainnya. Saya hanya menawarkan penjualan saja, sedangkan untuk mengurus paket wisata, mulai dari penginapan, akomodasi dan transportasi di masing-masing tempat wisata diurus oleh pihak tour & travel, terangnya. Untuk menjadi agen pihak tour & travel syaratnya cukup menyerahkan proposal mengenai portofolio perusahaan, dan tidak dikenakan deposit.

Dalam sebulan Ryan mampu melayani hingga 5 rombongan tour & travel, dan setiap rombongan berisi 10 orang. Harga paket wisata bervariasi tergantung tujuan wisatanya. Misalnya untuk wilayah Yogyakarta dipatok Rp 1,5 juta per orang, wisata ke Lombok Rp 2,5 juta per orang, ke Bali Rp 3 juta per orang, dan masih banyak lagi. Paket wisata ke luar negeri bisa mencapai Rp 10 juta lebih per orang. Paket liburan ini biasanya memakan waktu 3 hari 2 malam. Tempat tujuan favorit pelanggan kami biasanya untuk domestik adalah Yogyakarta, Lombok dan Bali, sedangkan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan beberapa negara Eropa, terang Ryan.

Pelanggan yang ingin berwisata namun tidak menggunakan jasa tour & travel, Ryan juga bisa membantu pelanggannya dalam pemesanan (reservasi) hotel di lokasi wisata dengan tarif Rp 300 ribu-Rp 700 ribu per malam, mulai dari hotel bintang tiga hingga bintang lima, yang merupakan partner bisnisnya. Maka dari itu, Ryan sudah mengantongi kontrak kerjasama dengan berbagai hotel di kawasan wisata, sehingga ia pun mendapatkan harga yang cukup kompetitif. Di awal kerjasama, saya mengirimkan proposal dan surat-surat yang menunjukkan kita cukup berkompeten, seperti surat dari Dinas Pariwisata, dari asosiasi tour & travel dan lainnya, jelasnya.

Dalam sebulan Ryan menerima pemesanan sekitar 700 tiket promo pesawat, 5-10 pemesanan tiket pesawat biasa (bukan promo), serta 100 tiket untuk perjalanan kereta api. Untuk tiket tour & travel dalam sebulan Ryan menerima pemesanan untuk 5 rombongan yang terdiri dari 10 orang tiap rombongan. Pemesanan tiket perjalanan meningkat hingga 50-100%  saat liburan sekolah, tahun baru, Lebaran, dan Natal.

Pembayaran tiket pesawat, kereta api, atau tour & travel dilakukan secara cash melalui internet banking, transfer, atau membayar langsung di kantor Ryan. Setelah pelanggan membayar uang tiket, mereka akan segera mendapatakan salinan bukti pemesanan tiket melalui email, yang bisa dicetak sendiri dan ditukarkan saat pengambilan tiket di bandara atau stasiun kereta api.

Insentif. Dari penjualan tiket baik pesawat terbang atau kereta api, Ryan mendapatkan fee sebesar 2,5-5% dari harga jual tiket. Itu semua sudah ketentuan dari pihak maskapai dan PT KAI. Jadi semua agen tiket harganya sama, terang pria lulusan Manajemen Bisnis Telekomunikasi Bandung. Fee dari perjalanan wisata sebesar 15% dari harga tiket tour & travel.

Keuntungan yang diperoleh memang cukup kecil. Namun, permintaan tiket penerbangan, kereta api atau tour & travel tidak akan pernah sepi, bahkan setiap bulan akan selalu bertambah. Jadi meskipun untungnya kecil, tetapi kita selalu pasti mendapatkannya setiap bulan. Karena jasa penjualan tiket tidak pernah sepi pemesan. Hampir setiap hari kami melayani pemesanan, tambahnya lagi.

Self Service. Untuk memudahkan pelangggannya, Ryan membuat sistem self service pada website-nya. www.rumahtiket.com. Sistem ini digunakan dengan harapan memberikan kemudahan bagi para pelanggan untuk mengakses dan melakukan berbagai transaksi seputar pemesanan tiket penerbangan atau kereta api dan pemesanan paket tour & travel. Pelanggan bisa memilih sendiri tiket apa yang dibutuhkannya, menentukan waktu dan maskapai apa yang ingin digunakannya, serta pelanggan juga yang akan mencetak sendiri tilket, tentunya setelah melakukan pembayaran baik melalui transfer rekening langsung atau melalui internet banking, terang Ryan. Melalui website tersebut, pelanggan juga bisa memesan tanpa harus menelepon pihak customer service dari kantornya.

Selain itu, website ini juga dilengkapi dengan berbagai informasi yang berguna bagi pemesan, misalnya info tiket promo murah, info jadwal keberangkatan pesawat dan kereta api, serta berbagai tips untuk perjalanan  tour & travel ke berbagai tempat wisata. Menurut Ryan, sistem yang baru pertama kali digunakan di Indonesia ini dalam jasa pelayanan tiket masih diterapkan oleh beberapa perusahaan jasa tiket di Indonesia.

Pemasaran . Pada awal usaha Ryan melakukan promosi lewat media online Kaskus, Facebook, dan lainnya. Kini ia juga memiliki website yang bisa memudahkan pelanggannya melakukan berbagai macam transaksi sendiri. Namun pemesan juga bisa datang langsung ke kantornya untuk memesan tiket. Kini ia juga melakukan promosi lewat media cetak seperti tabloid, dan majalah.

Tips dalam memasarkan usaha ini menurut Ryan ada 3 faktor yaitu fokus membuat marketing yang bagus, operasional yang bagus termasuk customer service, dan penggunaan sistem IT yang bagus. Ketiga faktor tersebut saling terkait. Bila salah satu tidak dapat dipenuhi akan menghambat perkembangan usaha agen tiket, ujar Ryan yang kini dibantu 9 orang karyawan tetap yang digaji sekitar Rp 2 juta setiap bulan.

Usaha yang telah menginjak umur 4 tahun ini kian menggurita. Bahkan dalam sebulan Ryan mampu meraup omset Rp 600 juta dengan keuntungan bersih sekitar 6%. Dengan kenyataan tersebut, Ryan pun optimis usahanya bakal berkembang pesat.

Kendala dan Solusi. Usaha agen tiket adalah jenis usaha yang rawan komplain, setidaknya itulah yang dialami oleh Ryan di awal bisnisnya. Biasanya dulu kita sering menerima komplain dari pelanggan karena ketidaksesuaian antara tujuan dan jam terbang yang dipesan dengan yang tertera di tiket, ungkapnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Ryan menggunakan alat untuk merekam suara telepon, sehingga apabila ada kekeliruan bisa diketahui apakah berasal dari kesalahan karyawan atau dari konsumen sendiri.

Solusi lain bisa dilakukan dengan menganjurkan pelanggan memesan dengan cara mengirim SMS mengenai jadwal keberangkatannya, sehingga mudah untuk memverifikasi apakah tiket yang dipesan itu sudah sesuai dengan tujuan, tanggal keberangkatan, dan maskapai yang dipakai. Singkatnya Ryan menegaskan bahwa setiap melakukan transaksi pemesanan tiket harus tercatat atau terekam sehingga mudah dijadikan bukti bila terjadi kesalahan.

Obsesi. Ke depan, Ryan ingin melebarkan usahanya dengan menyediakan pemesanan tiket untuk konser musik, dan tiket masuk ke tempat wisata. Selain itu ia ingin lebih memanjakan para pelanggannya dengan membuat semacam aplikasi di handphone. Pelanggan ingin saya mudahkan dengan beragam kemajuan teknologi yang akan segera kami bangun sistemnya. go to mobile, itulah tag line yang akan diusung pada usaha saya nanti, tandasnya semangat.

 

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *