> Telinga Bermasalah dan Sering Vertigo, Waspada Meniere | infoloka.com

Telinga Bermasalah dan Sering Vertigo, Waspada Meniere

Apakah anda seringmengalami gangguan telinga yang diikuti vertigo? Jika ya, kemungkinan besar anda mengalami penyakit meniere. Apa itu dan bagaimana menyembuhkannya?

Telinga merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital. Perannya untuk mengenal suara bahkan bisa menjaga keseimbangan tubuh manusia. Telinga merupakan alat untuk menangkap energi yang melewati udara, air, hingga benda lainnya yang mengalir pada sebuah gelombang. Peran mengkap suara ini tidak hanya dilakukan telinga, namun tatap bekerja sama dengan otak dan syaraf pusat sehingga rangsangan suara yang disampaikan ke otak adalah merupakan kerja sama antara telinga dan otak.

Telinga memiliki tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar terdiri atas daun telinga, lubang telinga dan saluran telinga luar. Sedangkan telinga tengah adalah rongga udara di belakang gendang telinga yang meliputi tiga tulang pendengaran(martil atau malleus, landasan atau incius dan sanggurdi atau stapes). Dan telinga dalam terdiri atas labirin osea (labirin tulang) dan sebuah rongga pada tulang pelipis.

Dengan semakin mengenal telinga anda, tentu anda akan semakin mampu merawat telinga dengan benar. Karena sama seperti bagian tubuh lainnya, telinga juga dapat terserang penyakit. Salah satu penyakit telinga yangs ering menyerang orang dewasa adalah penyakit mainere. Penyakit ini dapat menyerang manusia di semua umur dan kemungkinan paling besar dialami oleh kelompok umur 40-50 tahun. Pada beberapa kasus, penyakit mainere hanya terjadi pada salah satu telinga.

Dijelaskan oleh dr. Fikry Hamdan Yasin, Sp. THT-K dari FKUI/RSCM, mainere adalah gangguan yang menyerang telinga bagian dalam dan spontan menyebabkan vertigo, dibarengi dengan gangguan pendengaran yang fluktuatif, telinga berdenging (tinnitus), dan rasa tekanan di telinga. Sementara dr. Rahmanofa Yunizaf Sp. THT-KL dari RS Khusus THT Proklamasi, Jakarta bahwa mainere ini biasanya ditandai dengan vertigo yang terjadi secara berulang-ulang.

Penyakit mainere ini terjadi ketika bagian kantung endolimfa dalam saluran telinga menjadi bengkak. Kantung endolimfa ini berfungsi untuk membantu menyaring dan mengeluarkan cairan di dalam kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran yang terdapat pada kuping bagian dalam).

Gejala penyakit mainere ini mudah dikenali. dr. Fikry mengatakan bahwa gejala dari mainere ini sering kali diremehkan oleh para korbannya. Gejala dari penyakit mainere itu adalah vertigo episodik, tuli saraf yang hilang, dan tinnitus Vertigo adalah sensasi yang mirip dengan pengalaman ketika tubuh berputar cepat beberapa kali dan tiba-tiba berhenti. Tubuh akan merasa seolah-olah berputar di ruangan dan kehilangan keseimbangan, ini bisa menyebabkan mual dan muntah. Episode vertigo terjadi tanpa peringatan atau tanda-tanda dan biasanya berlangsung selama 20 menit sampai 2 jam atau lebih, bahkan hingga 24 jam. Sedangkan tinnitus adalah keadaan dimana kuping berdenging.

Sementara itu, dr. Rahmanofa menambahkan bahwa gejala mainere terjadinya dimulai dengan vertigo secara berulang yang disertai dengan tuli saraf dan tinnitus. Vertigo yang dialami oleh korban penyakit mainere ini biasanya terjadi secara berulang dan disertai dengan kuping yang berdenging dan juga tuli saraf. Biasanya hilang timbul secara periodik. Bisa terjadi beberapa hari atau minggu. Penyakit ini dapat sembuh sama sekali dan gejala bisa hilang total.

Gejala lainnya adalah gangguan pendengaran yang terjadi bisa di awal proses terjadinya penyakit, hingga yang menetap.Tinnitus adalah telinga berdenging juga menjadi salah satu tanda penyakit ini. Pada penyakit mainere, tinnitus sering terdengar pada nada rendah. Selain itu, kepenuhan aural, yaitu perasaan penuh atau tekanan dalam telinga juga menjadi tanda penyakit mainere. 

Tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi gejala-gejala tersebut bisa bervariasi, terutama pada awal penyakit. Misalnya, bisa saja hanya muncul gejala vertigo berat yang sering, sedangkan gejala lainnya hanya ringan. Atau, yang terasa hanya tinnitu yang amat mengganggu. Memang penyakit mainere  ini tidak memiliki komplikasi atau menyebabkan penyakit lanjutan yang lenih parah, namun apabila seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah periksakan diri ke dokter THT agar segera didiagnosis dan ditangani lebih lanjut.

Pencegahan. Pasien yang sudah terserang mainere tidak perlu khawatir, karena mainere ini dapat disembuhkan. Pertolongan pertama yang dilakukan bagi pasien mainere ini adalah dengan dilakukannya diagnosis. Selama masa serangan, pasien dianjurkan untuk berbaring pada tempat datar. Menggerakkan anggota badan sesedikit mungkin, dengan mata terbuka dan melihat suatu fokus tempat secara tetap. Hal ini dapat membantu mengurangi perasaan berputar. Tetaplah pada posisi ini sampai serangan vertigo hilang, kemudian bangun secara perlahan-lahan. Setelah serangan, pasien merasa sangat kelelahan dan butuh tidur untuk beberapa jam.

Jika perasaan mual dan berputar tetap muncul dalam jangka waktu lebih dari 24 jam, maka yang dilakukan pertama adalah pemberian obat-obat simtomatik (pengobatan untuk meringankan gejala). seperti sedative (obat untuk menurunkan ketegangan subjektif dan menginduksi ketenangan mental), dan bila terdapat mual dapat diberikan anti muntah. Setelah diagnosis telah ditemukan, baru diobati penyebabnya.

Menurut dr. Rahmanofa untuk pengobatan bagi pasien mainere itu pertama biasanya diberikan dulu obat untuk mengurangi gejala, seperti obat penenang, anti vertigo, anti muntah. Setelah diagnosis mainere ditegakkan dapat diberikan vasodilator (pelebaran pembuluh darah) untuk menurunkan tekanan hydrops-nya. Atau dengan operasi pembuatan shunt pada rumah siput.

Ada beberapa cara untuk membantu mengurangi dampak penyakit mainere:

  • Segera duduk atau berbaring ketika anda merasa pusing. Selama serangan vertigo hindari hal-hal yang dapat membuat serangan menjadi lebih buruk, misalnya gerakan yang tiba-tiba, cahay terang, menonton televisi atau membaca.
  • Istirahat selama dan setelah serangan. Jangan terburu-buru untuk kembali melakukan kegiatan seperti biasa.
  • Waspadalah terhadap kemungkinan kehilangan keseimbangan. Jatuh bisa menyebabkan cedera yang serius. Gunakan pencahayaan yang baik jika anda bangun di malam hari. Pertimbangkan berjalan dengan tongkat untuk stabilitas jika anda mengalami masalah keseimbangan kronis.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau mengoperasikan mesin-mesin berat jika andar sering mengalami serangan vertigo, agar tidak terjadi kecelakaan dan cedera.

 

 

sumber : Tabloid Kecantikan Solusi Cantik Wanita

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *