Superbike Seri 1, Australia. KEPUTUSAN MEMILIH JOHNNY, TEPAT!

Aprilia melanjutkan kegarangannya dari tahun lalu, sementara Kawasaki tak bisa seperti tahun lalu.

Setidaknya ini tercermin di seri perdana World Superbike (WSBK) 2015 Philip Island, Australia (22/2). Kawasaki Racing Team memasukkan Jonathan Rea, pembalap eksklusif Honda yang punya potensi kuat merebut juara. Selain menghalau serangan Aprilia yang terbukti masih kuat, juga untuk membuat pencapaian tim tetap tinggi. Mengapa?

SYKES CENDERING AMAN

Sejak tahun lalu Jonathan Rea sudah menunjukan kalau ia berpotensi dengan beberapa kemenangan yang diraihnya. Bahkan ia mencetak kemenangan ganda dalam satu seri. Sayang, kariernya bersama Honda engga pernah membuatnya mendekati titel juara dunia meski ia pernah memimpin klasemen di awal tahun lalu. Pencapaian terbaiknya, menempati posisi ketiga WSBK di 2014.

Tahun lalu, masuknya Rea ke Kawasaki diyakini menambah kekuatan pabrikan hijau tersebut. Kini keyakinan itu terbukti di sirkuit tepi laut negara bagian Victoria. Kehadiran pembalap Irlandia utara ini menjadi penting setelah dalam beberapa race terakhir di tahun lalu, Tom Sykes cenderung main aman.

Tom seperti kehilangan daya gempurnya. Masih kuat dalam ingatan atas penampilannya tahun lalu, ia bahkan harus mengandalkan Loris Baz, rekan setimnya saat itu untuk menyelamatkan gelar juara dunia namun akhirnya ditolak Baz.

Tak pelak, kondisi ini menjadi lampu kuning bagi Kawasaki kalau tidak mau kehilangan titel lagi dengan performa ‘lembut’ Tom Sykes. Johnny, demikian Jonathan dikenal, juara race 1 setelah bertahan dari serangan akhir balapan. Hanya saja kemenangan terhenti di race 2 saat Haslam membalasnya persis di penghujung balapan. Toh, hasil ini sangat baik.”Saya enggak bisa lebih baik lagi di akhir pekan ini. Tim enggak begitu optimis bisa menang di balapan atau naik podium di sini dengan performa kuat motor-motor lain tapi bareng Pere, Paolo, Javier, semua orang dari Showa, semua mekanik, kami kerja sangat keras dan enggak pernah kehilangan tujuan kami yang sangat kuat di 22 lap tiap race,”ujar Johnny.

KAWASAKI-DUCATI KEREPOTAN

Sementara kubu Aprilia Racing Team-Red Devils mempersiapkan RSV4 Factory dengan baik. Besutan kedua pembalapnya, Leon Haslam dan Jordi Torres masih sangat tangguh. Kedua pembalap pun mampu memeras power mesin dengan optimal. Kawasaki ZX-10R dan Ducati Panigale-yang tahun ini tampil lebih gahar-pun kerepotan meladeni fight melawan Aprilia RSV4 Factory.

Haslam pun enggak bisa menutupi kegirangannya. Maklum, ia naik podium untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Ia sukses mengiris tipis besutan Jonathan Rea dengan selisih 1,010 deetik di trek lurus mendekati garis finish di lap terakhir race 2.”Balapan ini membangkitkan ingatan saya. Kemenangan terakhir saya di Kyalami tahun 2010 sesudah bertarung dengan Rea,”ujarnya.

Sementara itu, kejuaraan Superbike tahun ini kiam bergairah. Meski mengulang tema tahun lalu yakni tarungan Kawasaki dan Aprilia namun kali ini dengan wajah baru di barisan depan. Marco Melandiri, Loris Baz sudah pindah ke MotoGP sementara Sylvain Guintoli sudah ganti seragam Aprilia Racing Team dengan PATA Honda. Lalu munculnya rookie Jordi Torres dan Michael Van Der Mark yang ternyata mampu menyegarkan seri pertama.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *