Status Kejuaraan Balap Motor, MOTOPRIX ITU KEJUARAAN REGION

TERNYATA BUKAN HANYA STATUS PEMBALAP YANG DI 2013-2014 BERKIPRAH DI INDOPRIX KEMUDIAN DIVONIS TAK BOLEH IKUT KEJUARAAN DI BAWAHNYA, YAITU MOTOPRIX DAN OMR. EVENT MOTOPRIX SENDIRI STATUSNYA BUKANLAH KEJURNAS.

Diminati penyelenggaraan dan pesertanya, balap motor menuai dinamika (kalau tak disebut carut-marut). Sampai-sampai untuk menentukan status juara nasional sempat simpang siur sejak beberapa waktu lamanya. Secara simpel kejuaraan nasional adalah bukan hanya statusnya nasional akan tetapi nasional, dalam arti berlangsung di beberapa tempat.

Contoh konsep bagi balap motor dengan status kejurnas bisa diwakili oleh Indoprix di mana berlangsung dalam 5 seri dan berlangsung di beberapa sirkuit seperti Sentull, Skyland Sekayu, Balipat Binuang dan Puncak Mario Sidrap.

Sementara event Motoprix yang selama ini diklaim sebagai seri kejurnas atau wilayah saja yang terdiri dari 6 region. Keenam region itu dibagi menjadi Sumatera (region 1), Jawa (region 2), Bali dan Nusa Tenggara (region 3), Kalimantan (region 4), Sulawesi (region 5) dan Maluku dan Papua (region6) dan per region akan menelurkan juara masing-masing region. Sama dengan grasstrack yang justru statusnya kejurnas.

TIDAK NASIONAL

Berkaca dari konsep itu maka wajar jika Motoprix lebih cocok disebut kejuaraan region ketimbang kejuaraan nasional. Ini diakui Frans Tanujaya selaku Kabid Olahraga R2 PP IMI.”Event yang secara regulasi disebut kejuaraan nasional itu event yang tertinggi statusnya. Untuk balap motor tentunya Indoprox,”ujarnya tanpa merinci lebih jauh seperti apa konsep kejurnas itu.

Padahal, saat ini banyak pembalap di masing-masing region beranggapan event Motoprix itu bersatu kejuaraan nasional. Seperti diungkapkan Rafid Poppy.

“Tentunya bagi pembalap di setiap region berpandangan Motoprix itu event kejurnas. Kiprah yang paling diincar pembalap di region tentunya event kejurnas Motoprix,”terang Poppy yang menukangi tim Lanay Jaya Kaltim.

Namun, memang selama ini Motoprix dilangsungkan secara regional dan meski sudah beberapa tahun dihelat grand final, namun juaranya bukan berstatus sebagai juara nasional. Tak pelak, perlu ada kepastian konkret kejuaraan nasional itu seperti apa. Apakah seperti IP yang diselenggarakan kontinyu dengan pembalap dan tim sama dengan lokasi berbeda atau boleh ada seleksi regional (seperti Motoprix) yang berujung final untuk menyabet gelar juara nasional.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *