Mengintip Sentra Kerajinan Bambu Tangerang


Pada zaman pemerintahan hindia belanda daerah tangerang memasng sudah dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan bambu yang cukup mendunia. Berbagai produk dari bahan bambu pun sudah diekspor ke amerika dan eropa (terutama prancis) melalui pelabuhan tanjung priok. Karena potensi pasar yang terbilang bagus, sentra kerajinan bambu ini pin terus mengalami perkembangan. Bahkan hingga kini kerajinan bambu di tangerang sudah menyebar hingga di 6 kecamatan yakni kecamatan cikupa, cisoka, tigaraksa, balaraja, panongan, dan legok. Dari 6 kecamatan ini setidaknya ada sekitar 2000 lebih pengrajin yang masih aktif membuat produk-produk berbahan bambu.

Adalah dari salah satu pelaku usaha kerajinan bambu yang berlokasi dimanungtung di legok ini sudah ada sekitar 30 tahun yang lalu dan kebanyakan memang dikembangkan secara turun temurun oleh warga daerah kecamatan legok.

Baca Juga : Sukses Dari Hasil Kerajinan Bambu

Ada banyak produk kerajinan bambu yang dihasilakan di daerah tangerang, namun dari sekian banyak produk kerajinan, topi bambu menjadi produk yang paling dicari konsumen. Karena desain dan kualitasnya yang sangat baik, topi bambu ini pun sudah merajai pasar hingga ke seluruh nusantara, bahkan ada beberapa produk dari topi bambu yang sudah di ekspor hingga kepasar mancanegara. Handicraft dari topi bambu ini masih dapat memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri seperti topi wisata(topi cowboy, topi country, topi pantai dan laken), topi etani dan lain-lain. Adapun untuk harganya sendiri juga bervariasi, misalnya seperti topi pramuka dijual harga Rp70 ribu-Rp90 ribu per kodi, kemudian topi wisata dijual antara Rp100 ribu-Rp300 ribu per kodi serta topi petani dari Rp30 ribu-Rp60 ribu per kodi.


Mengintip Sentra Kerajinan Bambu Tangerang

Mengintip Sentra Kerajinan Bambu Tangerang

Selain topi bambu, ada juga beberapa produk kerajinan bambu lainnya seperti pengki yang dijual Rp60 ribu/kodi, tudung saji dijual Rp15 ribu-Rp40 ribu per/pieces, tampah dijual antara Rp10-Rp16 ribu/pieces, asepan Rp5 ribu/pieces, ayakan Rp8 ribu/pieces, boboko Rp10 ribu, sapu Rp5 ribu/pieces dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pemasaran system pemasaran para pelaku usaha disentra kerajinan bambu daerah tangerang ini kebanyakan menggunakan system sales yang berkeliling ke berbagai pasar-pasar diseluruh nusantara. Untuk sales ini kebanyakan masih berasal dari daerah sekitar wilayah tangerang. Selain menggunakan sales, ada juga dari beberapa pengrajin yang menggunakan teknik pemasaran melalui online. Adapun mengenai pembayaran, untuk pembeli yang berada diluar tangerang biasannya dengan system DP sebesar 50% dan sisanya dilunasi setelah barang siap dikirim. Ongkos kirim pun dibebankan kepada customer. Jika pembelian dalam jumlah besar, maka akan diberikan potongan harga atau discount antara 10-20%, dan bisa juga berdasarkan negosiasi dengan customer.

Baca Juga :Tips Usaha Kerajinan Bambu Menguntungkan