Makanan, Handicraft, Industri Kreatif dan Pakaian Mencorong

Tahun 2016 menunjukan peluang pertumbuhan ekonomi 5-6% prospektif karena adanya aliran direct investment yang cukup besar. Selain itu dengan penguatan Rupiah dapat mendorong konsumsi, namun sayangnya aliran impor juga akan semakin deras dan ekspor tersendat karena perang kurs masih membayangi. Prospek usaha barang konsumsi (makanan) dan sandang cukup baik. Gaji pegawai naik meningkatkan daya beli namun sepertinya inflasi akan membayangi terutama kenaikan harga beras.

Secara umum usaha yang masih prospektif di tahun 2016 adalah makanan, komoditi, IT, handicraft, industri kreatif dan pakaian (distro). Hal ini dikarenakan aliran dana konsumsi akan semakin meningkat dan saat ini penduduk usia muda 17-30 di Indonesia sangat besar. Untuk garmen saat ini Indonesia kebanjiran order karena China dan Vietnam kekurangan pekerja untuk garmen, karena beralih profesi sebagai pedagang.

Makanan, Handicraft, Industri Kreatif dan Pakaian Mencorong

Makanan, Handicraft, Industri Kreatif dan Pakaian Mencorong

Kesulitan – kesulitan yang masih menjadi ganjalan bagi dunia usaha di tahun 2016, khususnya pengusaha UKM terutama iklim usaha yang terkait regulasi perizinan usaha, layanan publik, aliran jasa antarpulau dan juga ide-ide aneh seperti “pajak” warteg dll.

Produk yang akan diterima pasar tahun 2016 terutama produk yang berbasis komunitas seperti distro, makanan, pakaian.

Untuk bisa survive, pelaku UKM harus pintar mengatur cashflow usaha,menciptakan inovasi produk baru, melakukan identifikasi pasar sesuai target konsumen yang akan disasar terutama orang-orang muda. Jadi, pemasaran yang cocok menghadapi tahun 2016 dengan harga-harga yang serba mahal, adalah pemasaran yang menyasar kalangan komunitas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *