Kini Pesan Tiket Hanya 3-5 Menit!


Kini Pesan Tiket Hanya 3-5 Menit!-Minimnya pendapatan menjadi pegawai bank membuat Dwi Bagus mencoba peruntungan dengan berbisnis penjualan tiket perjalanan dan tour & travel. Bisnis yang dirintisnya setahun terakhir terbilang cukup sukses. Tak hanya menjaring pelanggan per orangan, namun juga kalangan korporat. Seperti apa usaha yang dijalankannya?

11ss66

Minimnya gaji saat bekerja sebagai pegawai bank, mendorong Dwi Bagus mencari bisnis sampingan yang mampu menambah pemasukannya, namun tidak memgganggu pekerjaan utamanya. Setelah melihat berbagai celah usaha, sejak bulan Februari 2011, ia memutuskan untuk memulai usaha sampingan menjadi sub agen tiket pesawat secara online dari pihak Tiki Tour & Travel, dengan nama usaha Dwi Tour & Travel.

Untuk mengawali usaha ini, pria yang akrab disapa  Dwi ini menggelontorkan modal sebesar Rp 13,6 juta, yang digunakan untuk registrasi sub agen Tiki Tour & Travel sebesar 2,5 juta. Syarat pendaftaran sebesar Rp 2,5 juta itu untuk kontrak setahun, setelah itu kita bisa memperpanjang tanpa dipungut biaya setiap tahunnya, terang Dwi. Ia juga membeli peralatan pendukung operasional usaha berupa satu set komputer seharga Rp 3 juta, modem Rp 300 ribu, printer merek Canon Rp 500 Ribu, stabilizer 500 KVA Rp 300 ribu, laptop Rp 4 juta dan beberapa perlengkapan kantor seperti meja kursi, ATK dan lainnya sekitar Rp 3 juta.

Setelah menjadi sub agen, Dwi mendapatkan user dan password dari pihak Tiki Tour & Travel. Barulah ia bisa melakukan reservasi tiket ke semua maskapai dengan tujuan domestik, sedangkan untuk internasional masih terbatas wilayah Asia Tenggara saja, seperti Malaysia dan Singapura.


Layanan Jasa.  Dwi menawarkan tiket penerbangan mulai dari kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, hingga tiket promo. Harganya bervariasi, untuk penerbangan domestik kelas Ekonomi Rp 400 ribu-Rp2 juta, kelas Bisnis  Rp 1 juta-Rp 4 juta, kelas Eksekutif Rp 4 juta-Rp 7 juta, tergantung jarak tempuh dan lokasi tujuannya. Biasanya harga tiket paling mahal untuk tujuan Indonesia Timur seperti ke Sulawesi, Irian, dan Nusa Tenggara. Harganya bisa 10 kali lipat dari harga standar, jelas Dwi. Untuk tiket pesawat ke luar negeri kelas Ekonomi seharga Rp 700 ribu-Rp 1,5 juta, kelas Bisnis Rp 2 juta-Rp 3 juta, kelas Eksekutif harganya diatas  Rp 4 juta.

Harga tiket kelas non promo kerap naik turun dalam hitungan menit, karena setiap maskapai menetapkan harga sesuai jumlah permintaan tiket. Jika permintaan banyak, harganya bisa mahal. Namun jika permintaan tiketnya sedikit, harganya bisa turun, jelasnya.

Tiket promo harganya sekitar Rp 200 ribuan, sebagai contoh untuk tarif promo rute perjalanan Jakarta-Surabaya Rp 199.500, Jakarta-Medan Rp 199 ribu, Jakarta-Denpasar Rp 199 ribu, Surabaya-Balikpapan Rp 179 ribu dan Surabaya-Banjarmasin Rp 99 ribu. Perjalanan untuk kelas promo ini biasanya ditawarkan pada saat-saat musim sepi penumpang, seperti bulan Maret-Mei dan Agustus-November. Untuk mendapatkan tiket promo, pemesanan minimal 1 bulan sebelum keberangkatan.

Tiket yang banyak diminati pemesan adalah tiket promo dari berbagai macam maskapai penerbangan. Seperti Lion Air, Batavia Air, Firefly, Sky Aviation, Sriwijaya Air, Merpati, Kartika Airlines dan masih banyak lagi yang lainnya. Biasanya pada saat liburan penjualan tiket ini meningkat 50%-70% dibanding dengan hari-hari biasanya.

Untuk mendapatkan tiket promo yang diminati konsumen, Dwi selalu melakukan koordinasi dengan pihak marketing Tiki Tour & Travel, karena tiket promo ini menjadi incaran banyak agen tiket perjalanan. Sebenarnya keuntungan untuk tiket promo ini sangat sedikit sekitar 3%, tetapi biasanya pembelian tiket kelas promo ini dalam jumlah banyak, papar pria usia 28 tahun ini. Dwi juga selalu membangun hubungan baik dengan pihak maskapai agar memperoleh informasi terkait dengan tiket promo.

Jasa Tour & Travel. Selain melayani tiket perjalanan ke berbagai daerah dan beberapa negara, Dwi Tour & Travel juga melayani pemesanan tiket perjalanan wisata, hingga paket ibadah umroh. Karena kami adalah sub agen tiket, enggak perlu repot mengurus keperluan perjalanan wisata atau umroh, karena semuanya sudah disiapkan oleh PT TIKI Tour & Travel. Jadi kami hanya mencari pelanggan saja, terang Dwi.

Tarif tiket tour & travel disesuaikan dengan lokasi yang dituju seperti paket liburan ke Pulau Bali seharga Rp 1 juta sampai dengan Rp 5 juta. Harga paket liburan juga dipengaruhi oleh jumlah peserta rombongan, semakin banyak pesertanya semakin murah biaya per orangnya. Dalam satu rombongan biasanya terdiri dari 5-10 orang. Keseluruhan tarif yang dibayar, sudah termasuk biaya transportasi, hotel hingga akomodasi di tempat wisata. Sedangkan untuk tarif umroh, biasanya dijual dalam kurs Dolar, yakni sekitar USD 1.900 per orang, terang Dwi.

Untuk paket umroh, pemesan akan mendapat berbagai fasilitas yang cukup baik, yakni penggunaan maskapai Saudi Airlines, Lion Air, Batavia Air, atau maskapai milik negara Timur Tengah. Serta mendapatkan fasilitas hotel bintang 4, dan melakukan perjalanan wisata ke Madinah, Mekah, Laut Merah, Masjid Terapung, Masjid Qisos, Makam Ibu Hawa, hingga ke pusat pebelanjaan di Jeddah Cornice.

Proses pemesanan tiket oleh konsumen diawali dengan mengisi formulir pemesanan melalui email, telepon, atau datang langsung ke kantor Dwi Tour & Travel. Setelah Dwi mengirimkan data pemesanan konsumen melalui email kepada pihak maskapai, maka pihak maskapai langsung melakukan proses validitasi. Setelah tervaliditasi, email balasan dari pihak maskapai akan duterima oleh Dwi. Jika pemesan sudah melakukan pembayaran, maka pihak pemesan diberi kode booking pesawat. Proses ini biasanya memakan waktu antara 5-7 menit, jelas Dwi. Dwi juga melayani semua sistem pembayaran mulai dari M-Banking, E-Banking, kartu kredit untuk semua jenis logo, dan transfer rekening.  Sedangkan untuk pembayaran ke agen ia menggunakan sistem deposit minimal Rp 1 juta.

Dwi menjalankan usaha ini dibantu oleh 2 orang karyawan yang digaji Rp 1 juta per bulan, dan bonus sekitar Rp 100 ribu-Rp 500 ribu jika omset melebihi batas target yang ditentukan. Kedua karyawan ini direkrut dari masyarakat di lingkungan rumahnya. Ke depannya ia juga berencana menambah karyawan jika sudah menjadi agen langsung dari maskapai.

Dari penjualan tiket Dwi mengambil keuntungan atau fee antara 3% -5%. Presentase keuntungan tergantung kelas penerbangan, misalnya untuk kelas ekonomi atau promo, ia bisa mendapatkan keuntungan 3% sedangkan  kelas bisnis dan eksekutif keuntungannya sekitar 5%. Sedangkan keuntungan lainnya didapat dari paket wisata dan tour sebesar 5%.

Agar para pelanggannya loyal Dwi menerapkan sistem pelayanan nonstop 24 jam termasuk hari Sabtu dan Minggu dan proses pemesanan yang sangat mudah dan cepat. Proses pemesanan hanya memakan waktu antara 3-5 menit saja untuk satu kali reservasi, yang merupakan keunggulan usahanya.

Promosi dan Pemasaran. Untuk memeasarkan bisnisnya, Dwi menggunakan berbagai macam strategi pemasaran, mulai dari promosi kepada rekan-rekannya, rekomendasi dari para pelanggannya, hingga jejaring sosial di dunia maya. Dwi juga aktif mengikuti kegiatan di lingkungan kantornya, sehingga ia kerap memperoleh pelanggan dari kalangan perusahaan, pengurus partai dan birokrat. Untuk menembus kesana pakai koneksi teman-teman saya, terangnya. Namun untuk kerjasama dengan perusahaan, partai dan birokrat, Dwi harus mengeluarkan uang dulu. Pasalnya sistem pembayaran dari pihak birokrat dan perusahaan menggunakan sistem tempo antara 1-3 minggu tergantung kontrak kesepakatan.

Kini dalam sebulan Dwi bisa melayani pemesanan sekitar 10 tiket perjalanan, dan paket wisata minimal 3 rombongan. Omset penjualan tiket bisa mencapai Rp 120 juta dan paket wisata berkisar Rp 40 juta. Jika ditotal maka Omset usaha milik Dwi ini bisa mencapai Rp 160 juta dengan keuntungan bersih Rp 6,4 juta per bulan.

Menurut Dwi usaha jasa penjualan tiket dan tour & travel ini prospeknya ke depan sangat bagus. Maka dari tu, ia yakin bahwa usahanya ini akan tetap berjalan dan terus berkembang. Meskipun saat ini ia masih menjadi sub agen, namun ke depannya ia ingin berdiri sendiri menjadi agen tiket. Makanya, sekarang saya lagi mengurus berbagai dokumen legalitas usaha, seperti SIUP, NPWP, TDP, serta perizinan dari Departemen Pariwisata, IATA (International Air Transport Association), ASITA (Assosiation Of  The Indonesian Tours and Travel Agencies), terangnya. Dwi yakin, dengan berkembangnya usaha agen tiket yang dijalaninya ini, beberapa bulan lagi ia sudah memiliki legalitas usahanya tersebut.

Kendala Dan Solusi. Awal berdiri usahanya Dwi merasa kesulitan untuk mencari para pelanggan, karena hampir semua konsumen sudah memiliki agen atau sub-agen langganan, tetapi untuk mempertahankan usahanya tersebut Dwi selalu gencar melakukan promosi ke setiap rekan, relasi, dan beberapa perusahaan,. Promosi tersebut dengan memberikan harga yang super cepat dibandingkan dengan agen atau sub-agen yang lainnya, sehingga dalam hitungan bulan Dwi sudah memiliki pelanggan sendiri..