Ketombe Hilang dengan Cengkeh dan Lengkuas


Bumbu dapur seperti cengkeh dan lengkuas, ternyata bisa mengatasi masalah ketombe akibat jamur. Caranya dengan dibuat sampo. Bahan-bahan yang bersifat panas tersebut, lalu dicampurkan dengan bahan lidah buaya yang bersifat mendinginkan. Jika keramas secara rutin dengan bahan-bahan tersebut maka ketombe pun akan hilang. Benarkah?

Ketombe memang bisa mengganggu penampilan. Butiran halus berwarna putih bak salju yang terlihat di balik rambut bahkan berguguran akan membuat penampilan menjadi minus. Belum lagi rasa gatal yang membuat seseorang ingin selalu menggaruk kepalanya. Jika tidak segera diatasi, ketombe bisa menyebabkan rambut menjadi rontok helai demi helai.

Ketombe biasanya menyerang orang-orang yang bekerja di tempat yang banyak berkeringat. Namun, tidak sedikit pula mereka yang kerjanya lama di ruangan ber-AC mengalami masalah ketombe. Pasalnya, udara dingin dari AC lama kelamaan membuat rambut lembab.

Umumnya ketombe disebabkan oleh jamur. Oleh karena itu untuk mengatasinya harus diberikan antijamur atau antiketombe. Menurut dr. Agus Rahmadi, dokter sekaiigus herbalis, tanaman yang memiliki efek antiketombe itu ada dua, yakni cengkeh dan lengkuas. Kedua tanaman tersebut sudah diuji secara praklinis dan klinis bisa membunuh jamur penyebab ketombe.


Berikut kandungan-kandungan yang terdapat dalam cengkeh dan lengkuas :

  • Cengkeh

Tak hanya untuk mengatasi sakit gigi, demam, bau mulut, batuk, rasa sakit setempat, dan mengeluarkan angin, cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum) juga bisa mengatasi masalah ketombe. Menurut dr. Agus, cengkeh memiliki efek analgetik atau penghilang nyeri, serta memiliki zat yang menghambat produksi prostaglandin atau zat yang menimbulkan nyeri.

Menurut WHO (World Health Organization), cengkeh termasuk tanaman obat yang banyak dipakai di dunia dalam bentuk balsam, minyak cengkeh dan lain-lain.

Cengkeh juga merupakan sumber mangan yang sangat baik. Mangan merupakan mineral paling penting bagi tubuh karena mengaktifkan beberapa enzim terutama anginase yang membantu dalam pembentukan urea. Cengkeh juga mengandung Vitamin K, serat makanan, zat besi, magnesium dan kalsium.

Dalam studi vitro menunjukkan aktivitas minyak cengkeh terhadap bakteri gram positif dan gram negatif patogen bagi manusia, termasuk strain multiresisten.

  • Lengkuas

Sejak dulu lengkuas (Alpinia galanga L) digunakan untuk mengatasi penyakit karena jamur dengan cara menggosokkan lengkuas di kulit yang terkena jamur. Tak hanya jamur di kulit, lengkuas juga dapat mengatasi jamur penyebab ketombe di kulit kepala. dr. Agus mengatakan lengkuas memang memiliki efek antijamur.

Berdasarkan literatur, lengkuas juga mengandung 1% minyak atsiri warna kuning kehijauan, yang terutama terdiri dari metil-sinamat 48%, sineol 20-30%, eugenol, kamfer 1%, seskuiterpen, o-pinen dan galangan.

Eugenol yang terkandung dalam lengkuas merupakan antijamur candica albicans. Lengkuas juga mengandung resin yang disebut galangol, kristal berwarna kuning yang disebut kaemferida dan galangan, kadinen, heksabidrokadalen hidrat, kuersetin, dan amilum. Lengkuas juga mengandung beberapa senyawa flavonoid lain seperti saponin, tamom, serta senyawa aktif basonin dan galangol.

Sampo Antiketombe. Penggunaan cengkeh dan lengkuas sebagai obat antijamur untuk mengatasi ketombe ini dikombinasikan. Cengkeh yang bersifat panas diencerkan, lalu dikombinasikan dengan lengkuas dan lidah buaya untuk membunuh ketombe. Lidah buaya ini bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut. Bisa juga ditambahkan jeruk nipis yang kaya vitamin C. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan jaringan kolagen. sebagai antioksidan dan antikerusakan. Juga memiliki efek basah untuk membantu pertumbuhan dari folikel-folikel rambut sehingga rambut lebih lembab.

Selain itu, bisa digabungkan juga dengan daun sirih bila penyebabnya karena bakteri. Daun sirih juga dicampurkan bila ada infeksi akibat suka menggaruk kulit kepala yang berketombe dan kepingan-kepingan ketombenya berjatuhan. Daun sirih memiliki fungsi sebagai antiseptik dan mengeringkan kulit atau astringent.

Bahan-bahan tersebut bisa dijadikan sampo antiketombe. Caranya, 20-25 batang cengkeh dan 2 rimpang lengkuas direbus dengan air sebanyak 4 gelas (satu gelas berukuran 200 cc). Lalu direbus hingga keluar zat aktif berwarna cokelat dan aimya tersisa 2 gelas. Rebusan ini sudah memiliki efek antijamur. Dalam rebusan tersebut bisa dicampurkan dengan 10 lembar daun sirih untuk memberikan efek antiseptik.

Meski sudah memiliki efek antijamur, namun sebaiknya dicampurkan dengan gel atau daging buah lidah buaya. Sebelumnya daging lidah buaya dipotong-potong lalu diblender. Kemudian lidah buaya disaring dan diperas, lalu diaduk. Pada saat rebusan lengkuas dan cengkeh sudah dingin, baru daging lidah buaya yang sudah diblender dimasukkan. Lidah buaya ini tidak perlu direbus agar lebih original dan tidak rusak karena dimasak. Dengan dimasukkan lidah buaya, maka rebusan tadi akan bersifat semi likuid.

Sesudah lidah buaya dimasukkan ke dalam rebusan lengkuas dan cengkeh, lalu masukkan perasan dari 5-10 buah jeruk nipis. Manfaat dari jeruk nipis ini adalah sebagai antiseptik. Seperti halnya lidah buaya, air jeruk nipis ini dimasukkan ketika rebusan tadi sudah dingin agar kandungan vitamin C-nya tidak hilang atau rusak.

Untuk membuat sampo, campuran lengkuas dan cengkeh yang sudah dicampur dengan lidah buaya dan jeruk nipis, bisa ditambahkan komponen yang menghasilkan busa. Komponen ini tentunya merupakan obat kimia detergen, atau berupa daun mawar dan bunga sepatu. Namun untuk pengobatan ketombe, sebaiknya tidak ditambahkan busa atau detergen dulu agar hasilnya lebih bagus. Rebusan tadi bisa menghasilkan 1 botol sampo yang dapat bertahan untuk 1 bulan.

Untuk mengobati ketombe, sampo tersebut bisa digunakan keramas dua kali sehari, pagi dan sore nan. Setelah keramas, sebaiknya tidak langsung dibilas. Beri waktu 1-2 jam agar komponen-komponen zat aktif dalam lengkuas dan cengkeh bisa meresap, dan rambut menjadi mengeras serta glossy. Lalu rambut dibilas dengan sampo biasa yang ada di pasaran.

Pengobatan ketombe akibat jamur cukup lama hasilnya. Biasanya dalam sebulan ketombe akan hilang jika dilakukan pengobatan dengan obat herbal. Menurut dr. Agus, pengobatan jamur itu lama, karena menggunakan obat kimia saja pengobatnnya bisa selama dua minggu.

Selain menggunakan sampo antiketombe tersebut, sebenarnya cara ampuh lain mengatasi ketombe adalah dengan memangkas habis rambut, lalu ketombe dikerok. Pasalnya, jamur jika terkena sinar matahari langsung akan amti. Biasanya jamur akan tumbuh subur di daerah yang lembab. Lalu rutin keramas dua kali sehari, pagi dan sore ketika rambut masih berketombe.

Setelah ketombe sudah sembuh, tetapi ini sebaiknya tidak dilakukan lagi, karena bisa timbul efek samping. Namun, jika kondisi rambut lembab, sering pakai topi dan sering keringatan, maka cara tersebut masih bisa dilakukan cukup sekali sehari atau 2-3 hari sekali. Untuk maintenance sebaiknya menggunakan sapo antiketombe yang ada di pasaran yang mengandung zinc dalam konsentrasi kecil.

Efek samping yang mungkin terjadi dengan penggunaan lengkuas dan cengkeh adalah cengkeh itu membuat panas di kulit. Begitu pula lengkuas bersifat panas, namun tidak sepanas cengkeh. Oleh karena itu perlu dilakukan pengencerann dengan direbus tadi untuk mencegah iritasi. Sementara sirih bisa memberikan efek mengeringkan. Oleh karena itu, didinginkan dengan pemberian gel lidah buaya untuk meredam efek dari cengkeh dan sirih.

Setelah ketombe sembuh, sebaiknya lakukan langkah pencegahan agat ketombe tidak kembali. Karena jamur penyebab ketombe senang di daerah yang lembab maka sebaiknya kulit kepala jangan dibiarkan dalam kondisi lembab. Jika aktivitasnya mudah berkeringat maka segera dibilas agar tidak mengendap. Selain itu, dianjurkan lebih sering terkena matahari karena jamur tidak bisa hidup dengan adanya matahari.