Jumpsuit Kembali Ngetren


Setelah redup di akhir 80-an, kini tren busana Jumpsuit kembali booming. Dengan tampilan yang lebih fresh dan stylish busana wanita ini mulai digemari kembali,mulai dari publik figure hingga ke lapisan masyarakat biasa. Tak mengherankan, banyak pelaku usaha fesyen melirik busana ini untuk diproduksi dan dijual luas. Seperti apa prospeknya?
Industri fesyen termasuk salah satu bidang yangkerap mengalami perputaran tren. Seperti yang saat ini tengah menjadi tren di kalangan kaum hawa, yakni busanan jumpsuit. Jumpsuit adalah pakaian jenis terusan blus dan celana panjang yang memiliki bukaan resleting, baik di depan, samping, maupun belakang. Modelnya yang lurus dan menyatukan blus one piece dan celana panjang dari leher ke kaki menjadi ciri khas jumpsuit.
Dulu busana ini sempat booming di era 70-80-an. Dan kini jumpsuit kembali menjadi tren. Tren jumpsuit sedang menjalar di kalangan artis luar negeri dan dalam negeri. Tidak hanya pada acara non-formal, jumpsuit juga dapat dikenakan pada acara semi-formal maupun acara formal. Busana jumpsuit one piece atau terusan ini kini semakin eksis di dunia fesyen. Siapa sangka jumpsuit atau disebut juga overall yang terkenal pada tahun 80an ini awalnya meniru gaya baju montir, yaitu atasan dan terusan yang jadi satu potong.
Bahkan popularitas jumpsuit saat ini sudah merambah pada fesyen hijabers, dengan menambahkan blazer, cardigan, maupun kaos dalaman, membuat busana jumpsuit tetap pantas dipakai wanita berjilbab. “Salah satu bloger hijab ternama, Hana Tajima, kerap mengunggah fesyen jumpsuit. Dan dari sanalah tren jumpsuit merambah ke para hijabers,”kata Leni Agustin, pengamat fesyen.
Inovasi Desain. Menurut Leni Agustin, jika dulu populer dengan bahan denim, kali ini jumpsuit datang kembali dengan sentuhan yang lebih modern. Seiring waktu, jumpsuit telah menjadi salah satu busana fesyen yang bergaya dan bernilai jual tinggi. Kesan sporty dengan gaya retro-cool pun terlihat ketika seseorang memakai jumpsuit. Busana jumpsuit sangat ideal menciptakan kesan panjang.
Tak hanya itu, perkembangan desain jumpsuit masa kini pun semakin bervariasi. Jika dulu desain jumpsuit polos dari busana one piece hingga celana yang memanjang sampai ke mata kaki, kini sudah banyak inovasi desain yang lebih stylish dan trendy. Misalnya tube jumpsuit, yakni jumpsuit model kemben. Potongan seksi pada jumpsuit ini memiliki kesan glamour sehingga sangat cocok dipakai saat menghadiri pesta.
Model shirt jumpsuit atau jumpsuit kemeja dengan desain kerah akhir-akhir ini banyak dipakai para wanita layaknya kemeja biasa. Selain itu jumpsuit model ini membuat siluet tubuh terlihat lebih ramping. Kerah V khas kemeja, serta potongan fit di tubuh terlihat lebih langsing. Desain yang lebih modern seperti harem jumpsuit merupakan model dengan detail lebar di bagian pinggang dan paha namun ketat di bagian mata kaki. Ada lagi jumpsuit model hot pants, dengan desain celana sebatas paha.
Inovasi-inovasi desain jumpsuit pun turut diperlihatkan oleh Denny Nugraha dan Zen Sutawijaya, owner Rockinc Indonesia. Misalnya desain jumpsuit dalam bentuk leher Sabrina atau melebar ke samping pundak, menambahkan aksen lilit pada leher baju, atau menggunakan desain celana harem untuk bagian bawah jumpsuit.
Selain dari segi desai, inovasi penggunaan bahan baku pun juga mempu menciptakan nilai plus dari jumpsuit. Seperti yang dilakukan oleh Dian Wardani dan Tyastuti Sri Lestari, pemilik Etniq Craft, dengan membuat jumpsuit dari kain nusantara seperti batik dan tenun, memberikan nuansa yang berbeda. “Kita harus sering membuat gebrakan-gebrakan baru, agar konsumen enggak bosan dengan produk yang kita tawarkan,”ujarnya.
Berbeda dengan yang ditawarkan Herlina Trisnaningsih, pemilik Little Zee, produsen baju khusus anak-anak. Ia menciptakan tren jumpsuit anak-anak, sehingga mereka tak ketinggalan mode dari perempuan dewasa. Meski begitu, ia tetap memberikan ciri khas anak-anak.
Pemasaran. Banyak langkah yang bisa dilakukan untuk membuat produk fesyen jumpsuit ini cepat laku. Apalagi di saat produk sedang menjadi tren, peluang pasarnya tentu akan sangat besar. Pelaku usaha bisa menawarkan kepada rekan-rekannya, toko pakaian atau butik, mengikuti bazar atau pameran yang berkaitan dengan fesyen, menawarkan peluang menjadi reseller, hingga menjadi sponsor di beberapa media cetak atau elektronik. Pelaku usaha juga sebaiknya membuat brand sendiri, dan setelah usaha berkembang sebaiknya display produk di outlet offline.
Selain itu, cara memasarkan jumpsuit dengan efektif, bisa menggunakan berbagai strategi, khususnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan gadget dan social media.
Fesyen jumpsuit yang dibuat dengan berbagai inovasi desain mampu menghadirkan ciri khas tersendiri. Karena itu, pelaku usaha tak perlu khawatir dengan adamya persaingan, apalagi saat ini tingkat persaingan masih belum ketat. Dalam menghadapi persaingan di dunia fesyen kreatif, Lenny Agustin menegaskan, para pelaku usaha sangat dituntut untuk selalu melahirkan ide-ide kreatif dan berani dalam mengekspresikannya. Ide-ide kreatif pelaku usahalah yang menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan usaha ini.
Bagi para pelaku usaha harus lebih bisa melahirkan inovasi-inovasi kreatif yang berani tampil beda. Tetapi tetap harus memerhatikan selera pasar dan tetap menjaga kualitas serta fungsi produk fesyen itu sendiri. Di pasara, produk fesyen jumpsuit hadir dengan berbagai tingkat harga. Lokasi penjualan akan sangat menentukan harga jual dan pangsa pasar yang dibidik. Seperti misalnya di butik, lebih menyasar segmen pasar menengah atas sedangkan di pusat grosir atau trade center lebih menyasar kelas menengah bawah.
Meningkatnya penggunaan jumpsuit, sudah pasti memberikan peluang tersendiri bagi pelaku usaha fesyen. Seperti yang dialami Dian Wardani dan Tyastuti Sri Lestari. Dari banyaknya desain busana wanita yang diproduksinya, penjualan jumpsuit mencapai 30 persen dari total produk yang dibuat, yakni sekitar Rp. 18 juta. Hal senada juga dialami Denny Nugraha dan Zen Sutawijaya, yang juga mendapatkan omset penjualan jumpsuit yakni 30 persen dari total penjualan semua item busana, atau berkisar Rp. 24 juta. Keuntungan yang didapat pun sangat menggiurkan, yakni sekitar 50-60 persen.