Info dan Tips Usaha Lampu Hias


Berbagai desain lampu hias sudah membanjiri pasar lokal, hal ini dikarenakan peminat dari produk kreatif tersebut semakin meningkat. Fungsinya yang tak hanya sebagai penerang ruangan, namun bisa dijadikan hiasan dalam sebuah bangunan. Hal inilah yang membuat usaha produksi lampu hias menjadi sangat potensial. Bagi anda yang tertarik terjun ke usaha ini, berikut beberapa informasi sebagai referensi untuk memulai usaha di bidang pembuatan lampu hias.

  •  TIPS MARKETING

Munculnya berbagai jenis desain lampu hias membuat persaingan semakin ketat. Dibutuhkan strategi yang bagus agar produk yang dibuat bisa diminati masyarakat luas dengan baik. Antara lain :

  1. Lengkapi produk dengan kemasan yang menarik. Untuk meningkatkan nilai jual, anda bisa melengkapi dengan kemasan produk yang terlihat cantik dan menarik. Hal itu penting, sebab pertama kali yang dilihat konsumen adalah kemasan yang unik dan cantik. Kemasan yang menarik juga bisa membuat nilai jual produk semakin tinggi jika dibandingkan dengan produk sejenis namun dengan kemasan yang biasa.
  2. Mengembangkan jaringan pemasaran produk ke pasar modern. Produk bisa masuk ke beberapa pasar modern seperti supermarket, mal dan pusat perbelanjaan lainnya. Biasanya untuk masuk ke pasar modern perlu ada serangkaian tes uji kelayakan seperti tes uji kualitas sampai kesanggupan produsen dalam menyuplai produk secara kontinyu.
  3. Mempromosikan produk melalui event pameran. Agar jaringan pemasaran semakin luas, anda juga bisa mengikutsertakan produk ke event-event yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta. Karena melalui kegiatan promosi tersebut,anda bisa mendapatkan calon konsumen yang potensial dan memperluas peluang kerjasama untuk meningkatkan omset penjualan.
  4. Berikan keuntungan dan kemudahan bagi para pelanggan. Pada prinsipnya setiap konsumen akan merasa senang apabila mereka mendapatkan keuntungan dan kemudahan dari transaksi pembelian yang mereka lakukan. Oleh karena itu, sebisa mungkin berikan keuntungan lebih dan kemudahan pada para pelanggan anda agar mereka semakin loyal kepada produk yang dijual.
  5. Tawarkan hadiah menarik untuk menjaring banyak pelanggan. Tidak bisa dipungkiri lagi bila pemberian iming-iming hadiah memang menjadi salah satu strategi pemasaran produk yang diminati konsumen. Bahkan konsumen tidak segan-segan untuk memborong suatu produk karena mereka tertarik dengan hadiah yang ditawarkan oleh produse. Jadi manfaatkan peluang itu sebagai strategi dalam memasarkan produk kreatif.

 

  • Persaingan Usaha
  1. Mengatasi persaingan usaha khususnya industri kreatif, khususnya lampu hias setidaknya pelaku usaha memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan usaha. Minimal harus memiliki modal untuk menutupi biaya pra produksi, produksi sampai pasca produksi sehingga jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan posisi permodalan pelaku usaha tidak gampang goyah.
  2. Dalam pengembangan usaha agar dapat bersaing setidaknya pelaku usaha harus membutuhkan partner itu baik untuk meningkatkan skill, masalah permodalan maupun untuk mengembangkan desain produk. Dengan adanya partner tersebut, minimal pelaku usaha bisa melakukan sharing pengalaman usaha, mulai dari masalah desain yang sedang in, cara pemasaran yang jitu hingga konsultasi keuangan.
  3. Masalah kreativitas dalam packaging merupakan salah satu penentu tingkat terjualnya suatu produk. Sebuah produk akan memiliki nilai tambah jika memiliki kemasan yang menarik. Buat kemasan semenarik mungkin dengan memainkan warna, desai tulisan hingga bentuk kemasan sehingga dapat menumbuhkan rasa keingintahuan calon konsumen jika melihat produk tersebut.

 

  • Menentukan Harga Jual dan Brand Usaha.
  1. Menentukan harga jual produk tentunya harus diperhitungkan dari biaya produksi dan harga di pasaran. Jika produk yang anda buat mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri anda bisa jual dengan harga di atas harga pasar. Tetapi jangan memberi harga terlalu tinggi di atas harga pasar karena bisa merusak harga pasaran. Pertama, hitung modal dan biaya HPP saat produksi, kedua anda bisa lakukan survei harga ke pasar-pasar tradisional, mall atau forum jual beli online dan terakhir sesuaikan harga jual dengan sasaran konsumen apakah konsumen berada di kelas bawah, menengah atau atas.
  2. Agar produk anda mudah diingat, konsumen berikan brand pada produk anda. Buat nama brand yang mudah diingat, mudah diucapkan dan sesuai dengan ciri khas produk anda. Pemilihan nama bisa anda ambil dari nama anak, nama orang tua atau bisa juga dari bahasa daerah yang dipadukan dengan bahasa asing. Hindari penggunaan brand yang memakai angka karena produk anda bisa dikira konsumen melakukan kerjasama atau satu perusahaan dengan brand yang memiliki angka sama dengan produk anda.
  3. Desain brand anda semenarik mungkin dengan tampilan gambar yang lucu dan unik, atau bisa juga dengan menggunakan bentuk tulisan dengan desain yang bisa anda cari di internet. Selain itu, anda bisa gunakan juga gambar seperti hewan, bunga atau lambang-lambang tertentu yang dirasa cocok dengan produk anda.

 

  • Kendala
  1. Permasalahan yang kerap ditemui dalam bisnis pembuatan lampu hias adalah permodalan, karena untuk mengembangkan usaha seperti membuat workshop dan membeli bahan baku dibutuhkan biaya besar terlebih jika ingin menggenjot hasil produksi.  Mengatasi itu anda bisa melakukan pinjaman lunak pada bank dengan bungan dan cicilan yang rendah.
  2. Kendala lain seperti pembangunan usaha untuk promosi, agar produk anda terpromosikan dengan baik anda bisa mendaftarkan diri menjadi binaan perusahaan pemerintah seperti, BUMN. Sehingga bila ada pameran yang diselenggarakan kementrian, besar kesempatan anda untuk ikut serta.
  3. Kendala terakhir ialah mencari karyawan yang pandai membuat desain, teliti, terampil menbuat produk dan rajin. Anda bisa lakukan seleksi ketat dan mengambil karyawan yang sudah berpengalaman. Setelah mendapatkan karyawan yang cocok training terlebih dahulu untuk menyesuaikan pola kerja.

 

  • Info Pemasaran.

Untuk dapat memasarkan lampu hias ada beberapa cara antara lain menawarkan kepada orang-orang terdekat di sekelilingnya, membuka outlet di mal atau mengikuti pameran dan bazar. Namun, untuk pemula yang belum bisa membuka pasar, ada baiknya menitipkan produk kepada toko ataupun via online shop.

 

sumber : Tabloid Peluang Usaha Berwirausaha