Honda City CNG, LEBIH IRIT 50%


Hasil pengetesan yang diklaim BTMP jarak 100 km, konsumsi CNG hanya 7,89 LSP atau setara dengan Rp. 24.485

PT Honda Prospect Motor (HPM) mendonasikan satu unit Honda City CNG kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di kawasan Puspitek BPPT, Serpong, Tangerang, Banten (16/2). Unit Honda City CNG tersebut digunakan sebagai unit riset untuk edukasi dan pengembangan teknologi energi bahan bakar alternatif, khususnya gas di Indonesia.

Honda City CNG pertama kali diperkenalkan di Tahiland pada tahun 2012. Mobil dengan bahan bakar CNG ini menggabungkan dua konsep pengembangan yaitu “New Value of CNG” dan “Exceed Proud Sedan”. Menggunakan mesin 1.500 cc i-VTEC SOHC empat silinder yang mempunyai dua buah sumber bahan bakar, yaitu bensin (konvensional) dan CNG.

Tenaga maksimum yang dihasilkan adalah 118 dk untuk mesin bertenaga bensin dan 101 dk untuk CNG pada putaran mesin 6.600 rpm dan torsi maksimum sebesar 126,5 Nm pada putaran mesin 4.800 rpm.


Pengemudi dapat memilih mode berkendara dengan mesin maupun CNG yang terdapat pada Honda City CNG dengan menekan switch pada bagian kanan di sebelah setir. Indikator lampu berwarna hijau pada switch menandakan kendaraan sedang berada pada mode berkendara CNG.

City CNG mempunyai penambahan perangkat berupa tangki gas berkapasitas 65 LSP (Liter Setara Premium) yang terdapat pada bagasi, CNG switch yang terletak pada bagian kanan di sebelah setir, high-pressure piping, ECU tambahan, CNG injektor, pressure Regulator serta tambahan lid untuk bahan bakar gas (BBG) yang terletak di atas lid untuk bahan bakar bensin.

City CNG diklaim memenuhi standar emisi EURO 4. Dilengkapi tramisi otomatis 5 A/T dilengkapi dengan fitur Grade Logic Control serta fitur keselamatan yang telah ada di Honda City varian bensin di Indonesia.

Tomoki Uchida, President Director PT Honda Prospect Motor mengatakan Honda City CNG merupakan sebuah terobosan dalam teknologi otomotif yang cocok untuk diterapkan untuk waktu mendatang, dengan kombinasi antara efisiensi bahan bakar serta emisi yang bersahabat dengan lingkungan.”Kami berharap Honda City CNG ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk dipelajari, sebagai salah satu kendaraan dengan energi bahan bakar alternatif yang sesuai untuk dapat diterapkan ke depannya,”papar Uchida San.

Pascapenyerahan kepada BPPT, selanjutnya menjadi kewenangan Balai Termodinamika Motor Propulsi (BTMP) untuk melakukan pengetesan. Hasilnya, BTMP mengetes perbandingan penggunaan bahan bakar jenis Pertamax, Premium dan CNG. Hasilnya yang diklaim BTMP untuk jarak 100 km, konsumsi CNG-nya 7,89 LSP atau jika di Rupiahkan Rp. 24.485. Lebih irit hampir 50% dibanding Premium. Belum lagi soal emisi gas buang yang ramah lingkungan.