Empat Bulan Gaet 20 Mitra!


Empat Bulan Gaet 20 Mitra!-Dari Berbagai bidang usaha, jasa tour & travel salah satu yang memiliki perkembangan pesat. Bukan hanya soal pasar, sistem yang digunakan membuat usaha ini semakin banyak dilirik pelaku usaha. Salah satunya adalah Nurfadhla Isriyani yang mengembangkan usaha tour &  travel pada akhir 2014 lalu. Dengan mengedepankan sistem reservasi online yang mudah dioperasikan, membuat usaha yang baru berumur 4 bulan ini sudah bisa menarik perhatian pasar. Bagaimana kiat sukses gadis berusia 18 tahun ini cepat mengembangkan usaha tour & travel?

3 feb sore

Hobinya jalan-jalan ke beberapa daerah di dalam maupun luar negeri, membuat Nurfadhla Isriyani yanag akrab disapa Lala ini mendapatkan inspirasi untuk menjalankan usaha tour & travel. Apalagi dari pengalamannya tersebut, Lala merasa biaya traveling yang ditawarkan beberapa perusahaan tour & travel terbilang cukup mahal, hal ini membuat kegaiatan berlibur ke beberapa kota di tanah air maupun mancanegara hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Saya bertekad membuat perjalanan wisata bukan lagi sebagai sesuatu yang mahal dan bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, ungkapnya.

Diakui Lala, dalam merintis usahanya ini ia sangat di support oleh kedua orangtuanya mulai dari permodalan hingga tempat usaha. Modal yang dibutuhkan Lala dalam merintis usahanya sebesar Rp 10 juta yang didapat dari mengumpulkan uang tabungan ditambah bantuan dari orangtua. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan penunjang usahanya seperti komputer, membuat jaringan telepon dan internet serta sistem untuk pemesanan tiket secara online. Sedangkan untuk tempat usaha, gadis yang membangun usaha tour & travel sejak Desember 2014 yang lalu ini menggunakan ruangan disalah satu usaha mebel milik orangtua. Orangtuaku mendukung banget, makanya pas aku minta salah satu tempat di showroom mebelnya langsung diizinkan oleh mereka, ungkap gadis yang memberi nama Fadhla Tour & Travel sebagai brand usahanya.

Sistem Reservasi Online. Walaupun merupakan  pengalaman baru dalam berwirausaha, namun Lala sangat serius mempersiapkan segalanya. Hal tersebut bisa dilihat dari sistem online yang dibuat sangat lengkap. Berbagai paket usaha tour & travel ada di Fadhla, mulai dari perjalanan tiket pesawat, paket perjalanan  baik domestik maupun internasional, hingga penjualan voucher hotel. Untuk paket domestik hampir semua daerah wisata kami ada mulai dari Bali, Lombok dan daerah lain, ujarnya.


Fadhla Tour & Travel memiliki akses langsung ke semua hotel yang ada di Indonesia seperti Hotel Borobudur, Sahid, sampai Ritz Chalton, serta link ke semua maskapai penerbangan di Indonesia seperti Garuda Indonesia, Batavia, sampai AirAsia. Kami memiliki akses langsung ke berbagai hotel dan maskapai penerbangan yang ada di Indonesia sehingga harga yang kami infokan real time dan memudahkan pelanggan dalam memilih maskapai dan tempat penginapan yang bisa disesuaikan dengan budget konsumen, terangnya.

Bukan hanya bidang usaha tour & travel, berbagai transaksi online juga bisa diakses oleh konsumen. Seperti misalnya jual beli pulsa, pembayaran PPOB, pembayaran kartu kredit, dan beberapa transaksi online lainnya.

Dijelaskan  Lala, satu hal yang banyak disukai konsumen dari sistem yang ditawarkan ialah adanya sistem reservasi online untuk tiket pesawat terbang. Dengan  sistem ini konsumen tinggal memasukkan daerah asal, daerah tujuan, tanggal keberangkatan dan bisa langsung mendapatkan harga dari tiket yang diinginkan. Sistem ini mudah dioperasikan, jadi konsumen bebas memilih penerbangannya sendiri, tambah Lala.

Paket Kerja Sama. Lala sadar bahwa membangun usaha tour & travel bukanlah perkara mudah, apalagi melihat usianya yang baru saja menginjak 18 tahun. Karena itu untuk memudahkan dalam menjalankan usahanya ini Lala membuat jaringan kemitraan bagi siapa saja yang ingin bekerja sama dengan Fadhla Tour & Travel. Dengan adanya sistem kemitraan ini kita bisa saling bekerja sama untuk mengembangkan usaha, ungkapnya.

Untuk menjadi mitra Fadhla Tour & Travel investasi yang dibutuhkan terbagi dalam dua konsep. Yaitu Agen sebesar Rp 1 juta dan distributor Rp 7,5 juta. Saya mengerti betul besarnya modal untuk membangun usaha ini, karena itu saya  memberikan investasi yang cukup murah dan terjangkau , terangnya.

Dalam kerja sama ini Agen hanya bisa mengakses sistem tiketting, sedangkan  untuk distributor bisa mengakses berbagai sistem yang ditawarkan Fadhla Tour & Travel. Bahkan untuk Distributor, Lala mengaku bisa membuat ID sendiri dan dipasarkan pada para Agen yang bergabung dengan biaya pendaftaran 100% untuk Mitra. Beberapa fasilitas yang didapat seperti reservasi online training sistem, fasilitas login untuk akses ke maskapai yang dituju dan fasilititas promosi (stiker, spanduk dan kartu nama) serta sudah termasuk deposit tergantung kepada jumlah investasi. Setiap Mitra memesan tiket, secara otomatis nilai deposit akan berkurang sesuai dengan harga tiket, tutur wanita berkerudung ini.

Untuk satu tiket yang terjual, Mitra akan mendapat keuntungan sebesar Rp 15 ribu dari harga dasar tiket. Mitra juga diperkenankan untuk menaikkan harga tiket yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar keuntungan yang didapatkan bisa sedikit lebih maksimal. Selain harga yang relatif murah dengan segala fasilitasnya, sistem kerjasama yang ditawarkan Fadhla Tour & Travel membebaskan mitra untuk menggunakan brand sendiri,

Dengan investasi yang terjangkau maka target balik modal yang ditetapkan tidak lama. Apalagi ketika permintaan meningkat seperti pada saat liburan sekolah atau akhir tahun. Mitra bisa dipastikan dapat balik modal  dalam waktu kurang dari 1 bulan. Saat ini Lala sudah memiliki sekitar 20 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan omset yang didapat berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta per bulannya.

Persaingan dan Kendala.  Usaha Tour & Travel memiliki persaingan yang sangat ketat, karena hampir disetiap tempat dapat ditemui usaha ini. Untuk itu ia pun menanggapinya dengan gencar berpromosi hal tersebut dapat teratasi. Beberapa promosi yang kerap dilakukan Lala antara lain mengikuti pameran, beriklan di media cetak nasional, serta melalui media online dengan membuat website. Usaha ini adalah jasa pelayanan, jadi upayakan agar konsumen puas menggunakan jasa tour & travel kita, seperti memberikan harga paket yang sesuai dengan budget, tegasnya.

Bagi Lala yang baru menjalankan usaha kendala memang kerap menjadi momok yang menakutkan. Seperti yang kerap muncul adalah keterlambatan pembayaran oleh konsumen sehingga mempengaruhi pemasukan yang didapat. Untuk mengatasi hal tersebut Fadhla Tour & Travel memberlakukan kebijakan untuk konsumen dengan membayar uang muka terlebih dahulu untuk pemesanan tiket dalam jumlah banyak. Sedangkan untuk pembelian satu tiket harus tunai. Selain itu kendala lain yang juga kerap hinggap di usahanya ialah keterlambatan keberangkatan pesawat ke tempat tujuan yang mengakibatkan banyak konsumen yang mengeluh tentang hal tersebut.