Bisnis Budidaya Jambu Kristal Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

Bisnis Budidaya Jambu Kristal Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

  • Omset lebih dari Rp. 100 juta per panen
  • Bisa panen 8 kuintal dari 600-700 pohon jambu kristal

Melihat peluang usaha yang menjanjikan di bidang agribisnis khususnya tanaman buah menarik Badri untuk banting setir menjadi petani holtikultura. Dari 1,2 ha lahan miliknya yang ditanami varietas jambu kristal asal Taiwan, tiap minggu ia mampu panen hingga 800 kg jambu yang nyaris tak berbiji itu. Menariknya tanaman ini bisa dipanen sepanjang tahun dan panen raya bisa tiga kali dalam satu tahun. Bagaimana lika-liku usaha dan prospek jambu ini ke depan?

Badri jambu, begitu nama ngetren pria yang akrab disapa Badri ini. Sebelum terjun ke bisnis jambu kristal badri adalah seorang pegawai di Setu selama puluhan tahun. Badri memutuskan berhenti dan memilih menjadi petani jambu kristal sejak Juni 2011 seiring naiknya popularitas jambu kristal.

Di atas lahan seluas 1.400 meter persegi milik pribadi, Badri memulai usahanya dengan menanam puluhan bibit jambu asal Asia Timur itu. Untuk memuluskan usahanya Badri mengeluarkan modal hingga Rp. 300 juta yang digunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan pertanian, bibit, hingga mengolah kebun yang berlokasi di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kebun seluas 1.400 meter persegi itu hanya ditanami pohon jambu varietas jambu kristal yang diperoleh langsung dari Taiwan. Prospek jambu kristal ke depan menurut Badri akan cerah, pasalnya dari semua hasil buahnya, jambu ini selalu habis terserap pasar.”Kalau semua buah habis terserap pasar maka persaingan usaha bisa dibilang sangat kecil bahkan tidak ada,”tuturnya.

Jika jambu klutuk merah dan jambu bangkok biasanya dipenuhi biji, lain dengan jambu kristal yang memiliki sedikit biji (seedless). Selain itu, meski dikenal sebagai tanaman dataran rendah, tanaman ini bisa ditanam pada ketinggian 500-1200 mdpl. Menariknya, kurang dari satu tahun sudah bisa dipanen dan akan terus panen sepanjang tahun hingga masa produktif selama 10 tahun. Jambu kristal mempunyai keistimewaan dari segi rasa buah yaitu manis dan segar dengan tekstur buah renyah, masing-masing buah memiliki ukuran berat 0,3-0,7 kg per buah diameter 5-10 cm dan termasuk dalam tanaman eksklusif dengan perawatan mudah. Agar buah berkembang secara maksimal Badri memilih media tanaman pot berukuran besar yang ditanam pada tanah.

Pemasaran. Pertama kali Badri melakukan pemasaran jambu kristalnya melalui instansi pemerintahan seperti Departemen Dalam Negeri, Dinas Pertanian, Ketahan Tanaman Pangan, dan sebagainya karena dengan jalur tersebut ia dibantu pemasaran hingga mancanegara. Setelah usahanya mulai menanjak dari segi hasil produksi, kapasitas dan kualitas buah, Badri pun melebarkan pemasaran dengan membuat kebunya berkonsep agro wisata sehingga konsumen bisa datang langsung memilah buah yang masih menempel di pohon secara bebas.”Tak jarang konsumen dari rombongan majelis taklim datang ke kebun saya untuk membeli jambu kristal langsung. Soal harga ya tergantung banyak sedikitnya jambu yang dipetik,”ujar Badri. Ia juga telah memiliki relasi di berbagai tempat yang memudahkan jalur pemasaran jambu kristalnya.

Badri bisa menjual 8 kuintal setiap masa panen dari jumlah pohon sebanyak 600-700 pohon. Namun menurutnya pernah ada konsumen yang meminta pembelian dalam jumlah besar namun ia menolak karena masih belum bisa memenuhi, ia baru bisa memenuhi pembelian hanya 30% dari permintaan pasar. Karena produksi buahnya yang belum bisa menutupi permintaan Badri kerap menolak permintaan dari supermarket seperti Carrefour, Giant, Hero dan Total Buah.

Sistem pembayaran yang diterapkan Badri adalah tunai sehingga jambu kristal akan dikirim jika pembayarannya telah lunas. Badri pun tak mensyaratkan retur untuk jambu yang dijualnya. Ketahanan jambu kristal adalah satu minggu setelah panen.”Jambu kristal akan bertahan selama seminggu setelah panen jika jambu ditempatkan di suhu 28-30 derajat Celcius,”ujar Badri.

Strategi yang digunakan Badri untuk mempertahankan produknya agar bisa bertahan dan tetap bisa bersaing dengan pembudidaya jambu kristal lainnya dengan menjaga kualitas produk dan volume hasil panen. Jika perawatan kurang baik maka hasilnya tidak akan maksimal dan buah dibungkus dengan steorofoam dan plastik untuk menghindari lalat buah. Dengan cara tersebut ampuh agar tetap bisa menghasilkan buah jambu yang berkualitas.

Kendala. Dalam budidaya biasanya yang menjadi kendala besar bagi petani adalah serangan hama dan penyakit. Begitu pula pada budidaya jambu kristal. Hama dan penyakit tanaman jambu kristal antara lain hama lalat buah yang bisa menggerogoti buah sehingga buah menjadi tidak mulus. Belalang dan ulat yang memakan daun serta tunas bisa menjadi hama dan penyakit yang bisa merusak kualitas tanaman secara signifikan. Oleh karena itu, selain bisa mengoptimalkan pertumbuhan buah membungkus jambu dengan steorofoam dan plastik menurut Badri bisa menangkal hama dan penyakit.

Cara lain yang digunakan Badri untuk menangkal hama penyakit dengan menyemprotkan insektisida dan akarisida. Keterbatasan lahan merupakan faktor penghambat dalam budidaya jambu kristal Badri sehingga ia tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang sering melonjak terutama saat hari raya. Ke depan Badri berencana secepatnya ingin menanam lebih banyak lagi jumlah pohon jambu kristal dan kelak dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *