Aksesoris Pengantin Kombinasi Batik, Kerang dan Tulang

  • Pemasaran hingga Malaysia, Singapura, Mekkah, Madinah dan Hong Kong
  • Omset Rp. 15 juta sekali ikut pameran

Brand Geulie’s Handmade diartikan Lia Ayu Susilowati agar konsumen yang menggunakan produk kreasinya terlihat lebih geulis yang dalam bahasa Sunda artinyacantik. Lia kini sedang mengurus Hak Cipta brand usahanya ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Dengan modal awal sekitar Rp. 50 ribu tahun 2012 untuk membeli bahan jersey ia mulai membuat aksesoris dari mulai kalung, gelang, cincin dan aplikasi wedding lainnya. Dari modal tersebut ia mendapatkan laba kira-kira sebesar Rp. 350 ribu dan diinvestasikan kembali untuk pengembangan usaha dengan membeli bahan baku dan peralatan lain.

Menurut Lia, bisnis aksesoris wedding prospeknya menjanjikan. Terlebih saat ini banyak orang yang ingin tampil beda nan cantik di hari pernikahannya. Namun di samping prospek yang bagus, Lia melihar persaingan bisnis ini sangat ketat karena banyak pelaku usaha sejenis. Tetapi baginya hal itu bukanlah suatu masalah. Dengan adanya pesaing ia menjadi lebih kreatif dan inovatid menciptakan produk-produk terbaru.

Salah satu strategi memenangkan persaingan yaitu setiap hari selalu menciptakan produk baru agar pelanggan tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja. Produk Geulie’s Handmade juga sangat eksklusif, satu desain hanya terdapat satu model. Bahkan Lia menerima orderan custom. Selain itu produknya juga dibuat secara Handmade untuk merangkai dan membuat produknya sehingga terlihat tidak pasaran.

Macam Produk. Lia menawarkan berbagai macam aksesoris wedding mulai dari kalung, gelang, crown, topi, coker, boneka pengantin, hand buket, hantaran, bros hingga kebaya. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 15 ribu hingga di atas Rp. 1 juta per item.”Untuk produk yang mahal, hanya dibuat 1 produk sehingga tidak pasaran. Jadi dalam produk saya tidak menjual secara grosiran,”ujarnya.

Salah satu kreasi Lia yang paling banyak disukai yaitu coker pengantin. Produk ini biasanya dipakai di bagian dada baju pengantin dengan cara dikalungkan. Biasanya coker pengantin berbentuk memanjang dari leher sampai perut. keunikan yang diberikan Lia dalam pembuatan coker pengantin adalah bahan baku yang digunakan, yakni perpaduan kain batik dengan manik-manik dan kerang. Kisaran harga coker ini Rp. 400 ribu per pcs.

Saat ini lokasi workshop Geulies’s Handmade beralamat di Perumahan Sawangan Permai, Jalan Perkutu Blok F11 no. 14 Sawangan Depok. Di tempat produksi ini Lia dibantu oleh 3 orang karyawan tetap dan 20 orang karyawan lepas dari sekitar lokasi workshop. Dengan keunikan dan ciri khas yang diciptakan, tak heran setiap bulan ia memperoleh omset mencapai Rp. 25 juta dengan keuntungan mencapai 5-%. Bahkan saat menjelang musim pranikah, permintaan produk Geulie’s Handmade mengalami peningkatan hingga 200%.

Strategi Bisnis. Menjalankan Geulie’s Handmade menurut Lia tidak hanya membutuhkan kreativitas tapi juga strategi khusus dalam pemasaran. Pada awal merintis usaha ini ia hanya memasarkan produk-produknya dari mulut ke mulut, lambat laun ia mulai mempromosikannya melalui Facebook. Lewat akun jejaring sosial itu pula Lia memperoleh pelanggan hingga di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, produknya juga diburu konsumen luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Mekkah, Madinah dan Hong Kong.

Selain pemsaran melalu media online, Lia juga kerap mengikuti berbagai pameran  produk kreatif, fesyen hingga pameran wedding. Mampu meraup pemasukan yang besar dari setiap pameran, ternyata diimbangi dengan sebuah trik khusus mendatangkan pengunjung. Strategi yang digunakan yaitu dengan mendesai stan sesuai dengan tema pameran, serta memajang berbagai produk yang unik dan menarik. Karena keunikan dan kreativitasnya mendesain stan ia pun mendapatkan penghargaan sebagai Stand Industry Kreatif Terbaik Kategori Handicraft pada Festival Industry Kreatif Depok 2014.

Selama menjalani usaha, Lia belum mengalami kendala yang berarti, namun karena usaha ini berkaitan dengan dunia fesyen yang selalu berkembang maka dibutuhkan inovasi-inovasi produk baru sesuai dengan perkembangan dunia fesyen. Biasanya untuk menambah inovasi dan kreasi produknya, Lia sering mencari referensi dengan melakukan traveling ke berbagai daerah di Indonesia untuk mencari bahan kombinasi yang cocok dengan produknya. Obsesi ke depan, ia berharap usahanya bisa lebih maju lagi dan ragam produk semakin bertambah terutama berkaitan dengan wedding baik itu aksesoris maupun properti wedding.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *