Agar Produk Makanan Tetap diingat dan Disimpan Oleh Konsumen

Berbagai cara dilakukan pelaku usaha kuliner untuk mempopulerkan produknya. Mulai dari beriklan di media, ikut bazar, membagikan brosur dan juga memberikan sampel produk makanan secara gratis. Itu semua bertujuan agar produk dikenal luas pelanggan sehingga bisa meningkatkan penjualan.

Tujuan utama dari kegiatan promosi produk makanan adalah agar produk makanan yang dihasilkan dapat terjual dengan target yang diharapkan. Sebetulnya kalau hanya disukai pelanggan, tentu produk yang memenuhi selera akan tetap dicari dan dibeli, namun keberlangsungan penjualan tidak saja berhenti sampai di soal rasa. Ketersediaan produk yang memadai , pengiriman dan juga pelayanan yang memuaskan menjadi faktor penunjang agar dapat meningkatkan penjualan.

Setelah semua hal tersebut dicapai, apakah masih ada cara lain agar produk kita tetap diingat dan dibeli pelanggan? Mempertahankan pelanggan, menjadi faktor berikutnya dalam hal keberlangsungan penjulan. Beberapa pelanggan yang menyukai produk anda merupakan aset yang harus dijaga. Dibandingkan dengan mencari pelanggan baru, menawarkan produk pada pelanggan yang sudah mengenal anda jauh lebih mudah. Mereka sudah tahu dan cocok dengan rasa produk, disamping itu mereka juga sudah mengetahui harga yang anda tawarkan. Tidak jarang calon pelanggan baru akan mundur jika disodorkan harga tinggi untuk sebuah makanan jika belum mencoba. Sebaliknya jika rasa sudah cocok pelanggan lama akan senang hati datang kembali berbelanja.

kemasanmakanan-merk-lokasiAnda sebaiknya secara berkala menghubungi pelanggan setia, tidak saja saat produk anda dibeli atau pelanggan datang ke counter anda. Saat tidak membeli pun pelanggan sebaiknya tetap menghubungi walau hanya menanyakan kabar, melalui panggilan telepon atau SMS dan sejenisnya. Dengan demikian pelanggan merasa diperhatikan kebutuhannya. Mungkin saat dihubungi pelanggan belum akan membeli namun biasanya saat itu anda akan mendapat jawaban coba hubungi minggu depan atau dapat juga pada tanggal tertentu si pelanggan akan ada acara yang besar kemungkinan menggunakan produk anda.

Kemasan yang tidak dilengkapi nomer telepon atau daftar outlet yang menyediakan produk unggulan akan dibuang percuma. Jadi lengkapi kemasan anda dengan sebanyak mungkin info tentang produk anda.walaupun kemasan anda hanya berupa kotak polos, dengan beberapa alasan tidak mencantumkan merk gambar dan lain sebagainya, namun minimal nomer telepon ada pada kemasan tersebut. Atau lebih baik lagi menggunakan stiker sehingga informasi akan menjadi jelas.

Kemasan dengan nomer telepon yang dapat dihubungi sudah banyak, beragam desain menarik menjadikan produk andalan semakin banyak dicari dan merupakan pilihan sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Berbicara masalah oleh-oleh saat ini produk yang menjadi pilihan adalah makanan khas yang menjadi ciri dari tempat atau daerah tertentu. Orang mengenal Bakpia Pathok dari Yogyakarta, atau Bandeng Presto dari Semarang. Nah, apakah produk anda mewakili daerah tertentu ? Atau apakah produk anda di jual di beberapa tempat wisata tersebut untuk mengenalkan produk anda ke calon pelanggan yang mengunjungi tempat tersebut. Caranya adalah cantumkan peta lokasi tempat wisata tersebut pada kemasan anda, juga beri sedikit informasi tentang bagaimana agar konsumen sampai kesana. Dan jangan lupa cantumkan juga outlet anda di sekitar tempat wisata tersebut. Dengan demikian kemasan anda boleh jadi akan disimpan karena berisi informasi tempat wisata yang suatu saat mungkin akan dikunjungi.

 

Sumber : Tabloid Peluang Usaha Edisi 14

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *