Agar diakui, lakukan Audiensi Perizinan Bisnis Food Truck dengan Pemerintah


Agar diakui, lakukan Audiensi Perizinan Bisnis Food Truck dengan Pemerintah – Food Truck merupakan sebuah konsep usaha di usaha kuliner dengan menggunakan kendaraan berupa truk sebagai tempat usaha, mulai dari menerima pesanan hingga memasak semua dilakukan di dalam truk. Menurut sejarah konsep ini berasal dari Amerika, dan baru masuk ke Indonesia medio Oktober 2013. Namun begitu konsep food truck ini mirip dengan konsep Moko (Mobil Toko) yang sempat booming di Indonesia sekitar tahun 2000-an, yang membedakan adalah produk yang dijual. Saat itu Moko tiadk hanya menjual makanan saja tetapi juga fesyen sedangkan food truck hanya menjual makanan saja. Sekarang ini banyak pelaku usaha food truck yang sudah kembali mengikuti konsep food truck sesuai dengan Negara Asalnya yaitu hanya menjual makanan dan minuman saja.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pelaku usaha yang melirik konsep food truck. Menurut data Asosiasi Food Truck Indonesia (AFTI) saat ini di Jakarta saja ada sekitar 70 food truck. Salah satu alasan pelaku usaha menggunakan food truck lantaran investasi yang dibutuhkan lebih murah dibanding menyewa tempat untuk membuka restauran atau cafe, terlebih di kota besar seperti Jakarta.

Agar diakui, lakukan Audiensi Perizinan Bisnis Food Truck dengan Pemerintah

Agar diakui, lakukan Audiensi Perizinan Bisnis Food Truck dengan Pemerintah

Selain itu pelaku usaha food truck bisa mobile ke lokasi yang diinginkan. Jika hari ini mengunjungi pelanggan di depok, besok bisa pindah ke cibubur. Karena sifatnya yang mobile tersebut sekarang ini banyak bermunculan event-event food truck di berbagai kota. Selain itu pelaku usaha food truck juga lebih bebas untuk berkreasi dalam menghadirkan menu mengikuti selera pasar.

Meski dapat mobile untuk menjemput bola, tidak sedikit pelaku usaha food truck yang memiliki lokasi regular sebagai tempat mangkal jika tidak sedang mengikuti event. Bagi Anda pelaku usaha food truck yang ingin mencari lokasi regular, maka yang harus diperhatikan adalah perihal perizinan karena menggunakan lahan publik. Namun lantaran belum ada perizinanan khusus yang mengatur tentang usaha food truck maka selama ini pelaku usaha food truck hanya mengurus perizinan lokasi ke kecamatan saja.


Sebagai sebuah organisasi AFTI sudah berusaha melakukan audiensi kepada pejabat pemerintahan terkait soal perizinan food truck. Karena meskipun modal yang dikeluarkan tidak sebesar jika membuka resto, namun kita ingin agar usaha food truck ini sifatnya long lasting yang tentu memerlukan tempat regular. Selain itu usaha food truck yang semakin berkembang tidak hanya di kota besar saja, tentu akan sangat menjanjikan bila didukung oleh pemerintah perihal perizinan.